TRIBUNNEWSWIKI.C0M - Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan berkunjung ke Teheran, Iran, hari ini, (19/7/2022).
Dalam kunjungan itu Putin akan bertemu dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Ketiganya akan membahas masalah di Suriah. Namun, diperkirakan bakal ada hal lain yang turut diperbincangkan, misalnya krisis Ukraina dan program nuklir Iran.
Mengenai masalah Suriah, Turki berseberangan dengan Iran dan Rusia.
Dilansir dari Al Jazeera, (19/7/2022), bulan lalu Turki mengumumkan akan melancarkan operasi militer baru di kota-kota Suriah yang menargetkan "teroris" Kurdi.
Sementara itu, Rusia dan Iran adalah pendukung pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Baca: AS Sebut Iran Bakal Kirimkan Ratusan Drone ke Rusia, Akan Digunakan di Ukraina
Kunjungan Putin terjadi di tengah ketegangan antara Rusia dan Ukraina & negara Barat lainnya..
Turki berupaya menjadi penengah dalam ketegangan ini. Negara ini mengungkapkan dukungannya untuk Ukraina.
Namun, Turki menolak sanksi besar yang dijatuhkan Barat kepada Rusia.
Pada waktu yang sama, Turki juga menjual drone Bayraktar kepada Ukraina guna melawan Rusia. Hal ini membuat Rusia geram.
Kendati demikian, beberapa tahun belakangan hubungan Rusia dengan Turki cukup erat dalam bidang energi, pertahanan, perdagangan, dan pariwisata.
Baca: AS Sebut Iran Bakal Kirimkan Ratusan Drone ke Rusia, Akan Digunakan di Ukraina
Sementara itu, hingga saat ini Iran menolak mengecam Rusia atas tindakannya di Ukraina.
Iran bahkan mencela NATO karena menganggap organisasi pertahanan ini sebagai biang keladi konflik.
Namun, Iran tetap mengutuk perang di Ukraina dan menyerukan adanya pembicaraan perdamaian.
Iran ingin jual drone?
Kunjungan Putin ke Iran terjadi setelah Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) menuduh Iran berencana menjual "ratusan" drone kepada Rusia.
Drone itu dikatakan bakal digunakan militer Rusia dalam perang di Ukraina.
CNN melaporkan delegasi Rusia telah mengunjungi pangkalan udara di Iran setidaknya dua kali pada bulan Juni.
Rusia menolak berkomentar tentang tuduhan itu, sedangkan Iran tegas membantahnya.
Baca: Terbukti Ampuh di Ukraina, Drone Bayraktar TB2 Buatan Turki Laris Manis Dipesan
Iran mengaku tidak akan mengirimkan bantuan militer karena ingin konflik segera berakhir.