TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Barat mendukung tindakan separatisme dan terorisme di Rusia.
Kata Putin, Barat tidak memerlukan Rusia sebagai sebuah negara.
Menurut Putin, gagasan masuknya Rusia ke dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dianggap hal yang tidak masuk akal bagi anggota NATO.
"Mengapa? Hanya karena mereka [Barat] tidak membutuhkan negara seperti Rusia, inilah alasannya. Ini alasan tepatnya mengapa mereka mendukung terorisme, separatisme di Rusia, kekuatan yang menghancurkan dari dalam, dan "angkatan kelima" di dalam negara kita," kata Putin saat menghadiri rapat dengan Majelis Rendah Rusia, (7/7/2022), dikutip dari TASS.
"Hingga hari ini mereka semua hingga telah mendapatkan bantuan tak bersyarat dari Barat yang sangat kolektif itu."
Putin mengatakan Barat yang dipimpin Amerika Serikat (AS) telah berperilaku agresif terhadap hal yang berkaitan dengan Rusia selama puluhan tahun.
Baca: Rusia Sudah Kuasai Provinsi Luhansk, Putin Minta Pasukannya Beristirahat
"Usulan kita mengenai sistem keamanan yang adil di Eropa ditolak, inisiatif untuk bergabung dalam kerja sama pertahanan antirudal ditolak, dan peringatan tentang ekspansi NATO tidak dapat diterima, diabaikan," kata mantan intelijen itu.
AS diminta tak main-main dengan Rusia
Sementara itu, beberapa hari lalu mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan AS dan sekutunya agar tidak main-main dengan negara pemilik senjata nuklir, misalnya Rusia.
Baca: Mantan Bos F1 Bernie Ecclestone Tegaskan Masih Jadi Sahabat Putin & Siap Melindunginya
Medvedev mengatakan upaya AS menghukum negara-negara dengan senjata nuklir justru membahayakan umat manusia.
Kini hubungan Barat dengan Rusia kembali memanas akibat perang di Ukraina.
Hubungan kedua belah pihak saat ini merupakan yang terburuk sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962 yang membuat dunia di ambang perang nuklir.
Menurut Medvedev, upaya Barat untuk menyeret Rusia ke pengadilan dan menyelidiki tindakan Rusia di Ukraina akan sia-sia, bahkan berisiko buruk bagi dunia.
"Ide menghukum sebuah negara yang memiliki salah satu kekuatan nuklir terbesar di dunia adalah hal konyol. Dan berpotensi memberikan ancaman terhadap umat manusia," kata Medvedev yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia, dikutip dari Reuters.
Baca: Putin Bantah Pasukan Rusia Serang Mal di Ukraina dengan Rudal
Menurut Federasi Imuwan Amerika, Rusia dan AS diperkirakan memiliki 90 persen hulu ledak nuklir di seluruh dunia.
Masing-masing memiliki sekitar 4.000 hulu ledak nuklir.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Rusia di sini