10 Makanan Alternatif Pengganti dengan Tinggi Protein saat Tidak Makan Daging Kambing dan Sapi

Inilah 10 makanan alternatif pengganti protein tinggi untuk kamu yang tidak mengkonsumsi daging kambing ataupun sapi


zoom-inlihat foto
Keju-Cottage.jpg
Womantalk.com
Keju Cottage


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hari Raya Idul Adha identik dengan makanan olahan daging kambing dan sapi.

Namun tak bisa dipungkiri ada beberapa orang yang tidak makan daging kambing maupun sapi.

Untuk kalian yang tidak mengonsumsi daging kambing maupun sapi, tidak perlu khawatir akan kekurangan protein.

Protein dan kandungan gizi lainnya yang didapatkan dari daging sapi dan daging kambing ternyata dapat diperoleh dari berbagai jenis bahan makanan alternatif.

Gizi protein yang menjadi gizi primer dari daging dapat digantikan dengan kadar ya setara.

Bahan-bahan bergizi ini dengan mudah dapat diolah menjadi sajian-sajian lezat, yang tentunya tidak kalah dengan sajian-sajian daging kambing maupun daging sapi.

Dikutip Tribunnewswiki.com dari Hellosehat.com, berikut 10 bahan makanan alternatif pengganti daging sapi dan daging kambing beserta kadar proteinnya.

1. Telur

Ilustrasi Telur
Ilustrasi Telur (Tribunjualbeli.com)

Telur merupakan sumber protein yang mudah didapatkan.

Banyak menu-menu yang bisa anda buat dan olah dengan menggunakan bahan telur.

Satu butir telur biasa mengandung 6 gram protein.

Baca: 5 Resep Sop Kambing Mudah dan Lezat, Lengkap Dengan Tips Agar Daging Tidak Prengus

Baca: Resep Mesaah Terong, Makanan Khas Mesir, Bahannya Mudah Dijumpai

2. Susu

Susu
Susu (travel.kompas.com)

Susu juga bahan makanan yang mudah didapatkan..

Dalam pemanfaatannya, susu dapat menjadi bahan tambahan untuk banyak menu makanan dan minuman.

Satu gelas susu ukuran biasa mengandung 8 gram protein.

3. Tahu

Ilustrasi Tahu Bakso Rebus (tribunnews.com)
Ilustrasi Tahu Bakso Rebus (tribunnews.com) (tribunnews.com)

Tekstur yang kenyal dan lembek pada tahu ternyata mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi.

Bahan makanan tahu terbuat dari susu olahan kedelai.

Tahu dapat dioleh menjadi banyak menu makanan.

Dalam 4 buah tahu ukurang sedang mendung 20 gram protein.

4. Tempe

Ilustrasi tempe kedelai di atas nampan.
Ilustrasi tempe kedelai di atas nampan. (SHUTTERSTOCK/ARIF RELANO OBA)

Hampir sama seperti tahu, tempe juga mempunyai bahan dasar dari kedelai.

Kandungan protein pada tempe lebih jauh lebih tinggi dari tahu.

Hal itu disebabkan karena kacang kedelai disajikan utuh tanpa dihancurkan seperti pada tahu,

Jika dibandingkan, jumlah protein pada dua potong tempe sebanding dengan yang terdapat pada empat potong dada kalkun.

Dalam 4 potong tempe mengandung 31 gram protein.

Baca: Nyomok Tempe

Baca: Resep Nugget Tempe, Ide Menu Makanan untuk Stok Lauk Sahur

5. Selai kacang

Selai kacang
Selai kacang (healthline.com)

Selai kacang adalah bahan tambahan untuk makanan yang berlimpah protein, vitamin, dan mineral.

Biasanya, selai kacang sering menjadi bahan isi roti.

Pengemasan selai kacang juga sering dijumpai dengan kemasan yang tertutup dan tidak bau.

Selai kacang mudah dibawa ke mana-mana dan dapat dijadikan camilan sehari-hari. (32 gram protein/4 sendok makan)

Dalam 4 sendok makan selai kacang terdapat 32 gram protein.

6. Keju Cottage

Keju Cottage
Keju Cottage (Womantalk.com)

Keju cottage adalah keju yang dilembutkan dan diberi perasa sehingga teksturnya lebih mudah untuk disantap ketimbang keju utuh.

Keju cottage dapat menjadi cemilan sebagai pengganti daging sapi dan daging kambing.

Selain itu, keju cottage dapat juga diolah menjadi aneka menu lainnya.

Keju cottage dapat Anda temui di supermarket terdekat.

Dalam satu mangkuk keju cottage terkandung 26 gram protein.

7. Kacang merah

Ilustrasi es kacang merah
Ilustrasi es kacang merah (Cookpad.com/Palestin)

Kacang merah memiliki protein yang cukup tinggi dan bisa dikatakan dapat menjadi pengganti gizi daging yang baik.

Dua cangkir kacang merah sebanding dengan protein yang terdapat pada satu porsi burger.

Selain itu, kacang merah juga tergolong bahan yang fleksibel untuk dijadikan sajian lainnya, dari hidangan asin seperti sayur dan tumis, hingga dessert seperti es kacang merah.

Dalam satu cangkir kacang merang mengandung 16 gram protein.

Baca: Es Pisang Ijo

Baca: Es Kacang Merah

8. Edamame

Ilustrasi edamame atau kacang kedelai
Ilustrasi edamame atau kacang kedelai (kompas.com/Wikimedia Commons)

Edamame adalah jenis kacang-kacangan yang berasal dari Jepang.

Jenis kacang ini juga biasa disebut dengan kacang kapri.

Edamame adalah jenis kacang yang kaya akan protein dan vitamin.

Satu cangkir kacang edamame sebanding dengan protein yang terkandung dalam dada satu ekor ayam.

Memiliki rasa yang lezat, edamame dapat diolah dan dicampur atau dibuat camilan dalam berbagai aneka olahan makanan.

Dalam satu cangkir edamame terkandung 11 gram protein.

9. Quinoa

Quinoa
Quinoa (Shutterstock)

Quinoa adalah biji-bijian yang berasal dari negara-negara sub-tropis.

Di Indonesia Anda dapat menemuinya di beberapa supermarket.

Walaupun jenis biji-bijian ini tergolong jarang di Indonesia, dalam menu makanan, quinoa berperan sebagai makanan dasar seperti nasi.

Quinoa juga kaya akan protein dan beragam vitamin serta cocok menjadi pengganti nasi.

Satu cangkir quinoa mengandung 8,5 gram protein.

10. Kacang Polong

Kacang Polong
Kacang Polong (Tribunstyle.com)

Kacang polong adalah jenis kacang yang mempunyai kandungan protein tinggi, rendah kalori, dan rendah lemak.

Kadar protein yang terkandung dalam kacang polong hampir sebanding dengan kadar protein yang terdapat pada susu sapi.

Kacang polong dapat dicampur atau diolah ke berbagai varian menu.

Dalam satu cangkir kacang polong terkandung 7.5 gram protein.


(TRIBUNNEWSWIKI.COM)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved