Donald Trump Tak Akan Kembali ke Twitter, bahkan jika Akunnya Dipulihkan Elon Musk

Trump juga tidak berminat lagi untuk bercuit di platform berlogo burung ini meski akunnya nanti dipulihkan.


zoom-inlihat foto
mantan-presiden-as-donald-trump-berpidato-di-konferensi-tindakan-politik-konservatif-cpac.jpg
JOE RAEDLE / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP
ORLANDO, FLORIDA - 28 FEBRUARI: Mantan Presiden AS Donald Trump berpidato pada Konferensi Tindakan Politik Konservatif (CPAC) yang diadakan di Hyatt Regency pada 28 Februari 2021 di Orlando, Florida.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tak akan kembali menggunakan media sosial Twitter.

Trump juga tidak berminat lagi untuk bercuit di platform berlogo burung itu meski akunnya nanti dipulihkan.

Kepada Fox News, dia berencana pindah ke Truth Social, media sosial miliknya, pekan depan.

"Saya tidak akan menggunakan Twitter, saya akan tetap di Truth," kata Trump dikutip dari Reuters.

"Saya ingin Elon membeli Twitter karena dia akan memperbaikinya dan dia pria yang baik, tetapi saya akan tetap di Truth."

Twitter dibeli Musk

Miliarder AS, Elon Musk, dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Twitter Inc untuk membeli media sosial itu senilah $44 miliar, (25/4/2022).

Dengan demikian, salah satu media sosial terpopuler itu akan dikendalikan oleh orang terkaya di dunia.

Musk menganggap dirinya sebagai orang yang mendukung kebebasan berpendapat.

Baca: Elon Musk

Baca: 2NE1 Buat Fans Geger Saat Reuni Tampil di Coachella 2022, Jadi Trending di Twitter

Dia juga sempat mengkritik kebijakan moderasi yang dikeluarkan Twitter.

Pemilik Tesla itu ingin algoritma Twitter memprioritaskan twit untuk publik.

Selain itu, Musk berharap Twitter tidak memberikan keleluasaan terlalu besar kepada perusahaan yang beriklan.

Pakar politik memperkirakan Twitter di bawah Musk akan lebih mengurangi kebijakan moderasinya.

Elon Musk (kanan) dan Jeff Bezos (kiri)
Elon Musk (kanan) dan Jeff Bezos (kiri) (Twitter @JeffBezos, Instagram @elonrmuskk)

Twitter juga diperkirakan bakal memulihkan akun-akun yang sebelumnya ditangguhkan atau dibekukan, termasuk akun Trump.

Kaum konservatif dilaporkan bakal menyukai Twitter di bawah Musk karena ada lebih sedikit kontrol atau pembatasan.

Kendati demikian, sejumlah aktivis HAM mengungkapkan kekhawatirannya akan melonjaknya ujaran kebencian di platform tersebut.

Baca: Elon Musk Tantang Vladimir Putin Duel Satu Lawan Satu, Ukraina Sebagai Taruhannya

Baca: Elon Musk Sindir Jeff Bezos Ingin Hidup Abadi Karena Berinvestasi Jutaan Dolar di Startup Anti-Aging

Beberapa waktu lalu Musk mendorong adanya sejumlah fitur baru Twiiter, misalnya fitur penyuntingan twit.

"Kebebasan berpendapat adalah dasar dari sebuah demokrasi yang berfungsi, dan Twitter adalah alun-alun kota digital yang menjadi tempat perdebatan hal-hal yang sangat penting bagi umat manusia," kata Musk dalam pernyataannya.

Dalam twitnya, mantan CEO Twitter Jack Dorsey sempat berterima kasih kepada Musk dan CEO saat ini, Parag Agrawal, karena berhasil "membuat Twitter keluar dari situasi yang mustahil".

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Twitter di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved