TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan bos Formula One (F1), Bernie Ecclestone, mengaku masih bersahabat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin meski dunia kini menghujat Putin.
Ecclestone bahkan menganggap Putin sebagai "manusia kelas pertama" atau terbaik.
Hal itu diungkapkannya ketika ditanya oleh TV Inggris dalam program Good Morning Britain.
"Saya masih akan mengorbankan diri untuk melindunginya," kata pria Inggris berusia 91 tahun itu dikutip dari CNN International.
"Apa yang kini dilakukannya adalah sesuatu yang dia yakini benar," kata Ecclestone menjelaskan.
"Sayangnya, dia seperti kebanyakan pebisnis, pastinya seperti saya, bahwa kita membuat kesalahan dari waktu ke waktu, dan ketika Anda membuat kesalahan, Anda harus melakukan yang terbaik agar bisa keluar dari kesalahan."
Ecclestone dikenal sebagai kepala eksekutif F1 selama hampir empat dasawarsa. Dia baru digantikan pada tahun 2017.
Baca: Putin Bantah Pasukan Rusia Serang Mal di Ukraina dengan Rudal
Sosok kontroversial ini juga mengkritik Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam upayanya menangani invasi Rusia.
"Pria lainnya di Ukraina ... saya tahu pekerjaannya, dia biasanya menjadi seorang pelawak, dan saya pikir tampaknya dia ingin meneruskan pekerjaan itu," ujar Ecclestone.
Dia kemudian diminta berkomentar mengenai invasi Rusia ke Ukraina yang dilaporkan menewaskan ribuan warga sipil tak berdosa.
"Itu bukan kesengajaan," kata Ecclestone menanggapinya.
Baca: Kanselir Jerman Olaf Scholz Sebut Putin Takut Demokrasi Menyebar di Rusia
Ketika ditanya apakah Zelenskiy bisa berbuat lebih banyak agar perang berhenti, Ecclestone menjawab, "Tentu saja."
Pihak F1 kemudian buka suara mengenai komentar yang disampaikan Ecclestone.
"Komentar yang disampaikan Bernie Ecclestone adalah pendapat pribadinya dan sangat berlainan dengan pandangan nilai-nilai modern dalam olahraga kami," demikian pernyataan F1.
F1 juga merilis pernyataan di laman resminya yang menyebutkan pihaknya tidak sepakat dengan komentar Ecclestone.
Kontroversi dan persahabatan dengan Putin
Pada tahun 2009 dia memuji Adolf Hitler karena "bisa menyelesaikan masalah".
Kemudian, dia pernah mengatakan bahwa wanita seharusnya berpakaian putih seperti "semua peralatan rumah tangga lainnya".
Baca: Tegas, Joe Biden Sebut Vladimir Putin Ingin Lenyapkan Kebudayaan Warga Ukraina
Bahkan, dia juga dinilai membuat pernyataan yang rasis setelah peristiwa kematian George Floyd.
Dia berkata, "Orang kulit hitam lebih rasis daripada orang kulit putih."