TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, memperkirakan Finlandia dan Swedia bakal cepat diterima sebagai anggota NATO.
Hal ini diungkapkannya pada hari kedua pertemuan negara-negara NATO di Madrid, Spanyol.
"Saat pertemuan tingkat tinggi, kami akan membuat keputusan untuk mengundang Swedia dan Finlandia menjadi anggota, belum pernah terjadi secepat itu," kata Stoltenberg dikutip dari Reuters, (29/6/2022).
Kata Stoltenberg, diperlukan proses ratifikasi di 30 parlemen negara anggota NATO agar kedua negara Skandinavia itu bisa diterima menjadi anggota.
"Ini selalu memerlukan waktu, tetapi saya juga memperkirakan hal itu akan berlangsung cepat karena aliansi ini siap berupaya membuat proses ratifikasi berlangsung secepat mungkin," kata dia,
Tak lagi dihalangi Turki
Finlandia dan Swedia diperkirakan bisa cepat diterima menjadi anggota NATO salah satunya karena sudah didukung oleh Turki.
Turki telah mencabut vetonya yang bisa digunakan untuk membendung masuknya kedua negara itu.
Baca: Cabut Vetonya, Turki Kini Dukung Finlandia & Swedia Jadi Anggota NATO
Negara yang dipimpin Recep Tayyip Erdogan itu tak lagi ngotot menghalangi Finlandia dan Swedia setelah ketiga negara itu berjanji akan melindungi satu satu lain.
Keputusan itu keluar selepas pembicaraan selama 4 jam, tepat sebelum pertemuan tingkat tinggi NATO digelar di Madrid, Spanyol.
Dengan demikian, kedua negara Skandinavia itu kini mendekati tujuannya, yakni bergabung dengan NATO.
"Para Menteri Luar Negeri kami menandatangi perjanjian tiga negara yang menegaskan bahwa Turki akan ... mendukung pengajuan Finlandia dan Swedia menjadi anggota NATO," kata Presiden Finlandia Niinisto dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.
Baca: Presiden Turki Erdogan Belum Rela Swedia & Finlandia Jadi Anggota NATO
Kata Niisto, tahapan proses masuknya Finlandia dan Swedia akan disetujui dua hari mendatang.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoga turut mengonfirmasi adanya kesepahaman di antara tiga negara itu dalam pernyataan terpisah.
"Kesepahaman yang penting antara Swedia, Finladia, dan Turki baru saja dicapai. Membuka jalan bagi Swedia untuk menjadi anggota NATO," kata Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson melalui media sosial Twitter.
Menguatkan militer NATO
Perang yang dilakukan Rusia di Ukraina dilaporkan membuat Swedia dan Finlandia ingin segera anggota NATO.
Sebelumnya, selama puluhan tahun Swedia enggan bergabung dengan NATO.
Masuknya Swedia dan Finlandia diperkirakan akan menguatkan militer NATO di Laut Baltik.
Baca: Finlandia dan Swedia Resmi Ajukan Diri Menjadi Anggota NATO
Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyambut baik keinginan kedua negara itu bergabung dengan NATO.
Biden mengatakan masuknya kedua negara itu, "Akan menguatkan aliansi kita dan meningkatkan keamanan kolektif kita."
Sementara itu, Johnson menyebut kesepakatan antara Turki dan Finlandia & Swedia sebagai "berita luar biasa" untuk mengawali acara pertemuan tingkat tinggi NATO.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang NATO di sini