Salahkan pemerintahan sebelumnya
Wickremesinghe menyalahkan pemerintahan sebelumnya atas kegagalan mengatasi krisis.
Wickremesinghe sendiri baru diangkat sebagai kepala pemerintahan baru sebelas hari lalu.
Dia menggantikan Mahinda Rajapaksa yang terpaksa mengundurkan diri karena adanya protes yang berujung ricuh.
"Tidak mudah untuk membangkitkan kembali sebuah negara yang ekonominya runtuh total, terutama negara yang memiliki cadangan devisa rendah," kata dia.
"Setidaknya apabila sejumlah langkah telah diambil pada periode awal untuk memperlambat keruntuhan ekonomi, kita tidak akan menghadapi situasi sulit ini sekarang," kata dia menjelaskan.
Baca: Ratusan Infeksi Baru Virus Corona Ditemukan di 5 Penjara Padat di Sri Lanka
Minta bantuan
Pekan lalu, Menteri Energi Sri Lanka mengatakan negaranya hanya punya cadangan BBM nasional untuk lima hari ke depan.
Sri Lanka umumnya bergantung pada negara tetangganya, India, untuk menangani krisis.
Negara itu telah mendapatkan pinjaman $4 juta dari India, tetapi Wickremesinghe mengatakan jumlah itu belum cukup.
"Kami telah meminta lebih banyak pinjaman dari India. Namun, India bahkan tidak akan bisa terus membantu kita dengan cara seperti ini."
Wickremesinghe kini berharap bisa mendapat bantuan dari IMF.
"Ini satu-satunya pilihan yang kami punya. Kami harus menempuh jalan ini. Tujuan kami adalah menggelar diskusi dengan IMF dan sampai pada kesepakatan pemberian fasilitas kredit tambahan," ujar dia.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Sri Lanka di sini