Ekonomi Sri Lanka Disebut Telah Runtuh Sepenuhnya, Berharap Bantuan IMF

Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe, menyebut ekonomi Sri Lanka telah runtuh dan kini butuh bantuan IMF.


zoom-inlihat foto
BBM-di-Colombo-Srilanka.jpg
AFP
Perwira angkatan laut berjaga di sebuah stasiun pengisian BBM di Colombo, Sri Lanka, (12/6/2022). Ekonomi Sri Lanka disebut telah runtuh.


Salahkan pemerintahan sebelumnya

Wickremesinghe menyalahkan pemerintahan sebelumnya atas kegagalan mengatasi krisis.

Wickremesinghe sendiri baru diangkat sebagai kepala pemerintahan baru sebelas hari lalu.

Dia menggantikan Mahinda Rajapaksa yang terpaksa mengundurkan diri karena adanya protes yang berujung ricuh.

"Tidak mudah untuk membangkitkan kembali sebuah negara yang ekonominya runtuh total, terutama negara yang memiliki cadangan devisa rendah," kata dia.

"Setidaknya apabila sejumlah langkah telah diambil pada periode awal untuk memperlambat keruntuhan ekonomi, kita tidak akan menghadapi situasi sulit ini sekarang," kata dia menjelaskan.

Baca: Ratusan Infeksi Baru Virus Corona Ditemukan di 5 Penjara Padat di Sri Lanka

Minta bantuan

Pekan lalu, Menteri Energi Sri Lanka mengatakan negaranya hanya punya cadangan BBM nasional untuk lima hari ke depan.

Sri Lanka umumnya bergantung pada negara tetangganya, India, untuk menangani krisis.

Negara itu telah mendapatkan pinjaman $4 juta dari India, tetapi Wickremesinghe mengatakan jumlah itu belum cukup.

"Kami telah meminta lebih banyak pinjaman dari India. Namun, India bahkan tidak akan bisa terus membantu kita dengan cara seperti ini."

Wickremesinghe kini berharap bisa mendapat bantuan dari IMF.

"Ini satu-satunya pilihan yang kami punya. Kami harus menempuh jalan ini. Tujuan kami adalah menggelar diskusi dengan IMF dan sampai pada kesepakatan pemberian fasilitas kredit tambahan," ujar dia.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Sri Lanka di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved