Bergulat dan Hajar Pria Bersenjata Api dengan Kursi, Lansia Jadi Pahlawan

Dia menghajar pria bersenjata ini dengan sebuah kursi sehingga korban jiwa tidak bertambah.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-penembakan1.jpg
Tribunnews.com
Ilustrasi penembakan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang lansia sekaligus jemaat Gereja Episkopal Saint Stephen di Alabama, Amerika Serikat, berhasil melumpuhkan pria bersenjata api yang menyerang gereja tersebut, (16/6/2022).

Dia menghajar pria bersenjata itu dengan sebuah kursi sehingga korban jiwa dalam peristiwa nahas itu tidak bertambah.

Polisi melaporkan ada tiga korban jiwa. Mereka berumur antara 75 hingga 84 tahun.

Peristiwa penembakan itu berawal dari seorang pria bernama Robert Findlay Smith yang pergi ke gereja untuk ikut makan malam.

Pria memperkenalkan dirinya sebagai "Mr. Smith". Beberapa orang kemudian mencoba berbincang dengan dia.

Dia diundang untuk ikut bergabung di meja yang berisi beberapa orang dan ditawari makanan.

Namun, dia memilih duduk menyendiri. "Dia orang yang dingin dan sangat kesepian," kaya Pendeta Carpenter dikutip dari USA Today, (19/6/2022).

Carpenter kemudian mengatakan pria itu memperlihatkan pistolnya dan mulai menembak orang-orang yang ada di dalam gereja.

Baca: Sudah Muak dengan Kasus Penembakan, Joe Biden Minta Senapan Serbu Dilarang

Baca: Penembakan di SD Texas, Donald Trump Ingin Guru Dipersenjatai untuk Berjaga-jaga

Ilustrasi penembakan
Ilustrasi penembakan (Tribunnews)

Seorang lansia berumur 70-an tahun kemudian menyerang pria itu dan menghajarnya dengan sebuah kursi.

Dia berhasil melumpuhkan pria tersebut hingga aparat keamanan tiba di tempat kejadian.

"Dia menghajar pria itu dengan kursi lipat, bergulat dengannya di lantai, merampas pistol dari tangan pria itu, dan memukul kepala pria itu dengan pistolnya sendiri," kata Carpenter.

Kapten Shane Were dari Kepolisian Vestavia Hill mengatakan jemaat gereja berhasil menahan pria itu hingga polisi datang.

Seorang polisi kemudian menunjukkan foto pria itu dengan luka pada wajahnya.

"Orang yang melumpuhkan tersangka ini, menurut saya, adalah pahlawan," kata Ware, (17/6/2022).

Kata Ware, aksi lansia itu sangat penting dalam menyelamatkan nyawa jemaat di sana.

Baca: Pecahkan Rekor, Sudah Ada 137 Kasus Penembakan di Sekolah AS per Mei 2022

Baca: Pelaku Penembakan di SD Texas Kirim Pesan Peringatan di Facebook sebelum Beraksi

Polisi mengatakan tembakan pria itu telah menewaskan tiga orang, yakni Walter Rainet (84), Sarah Yeager (75), dan lansia berumur 84 tahun yang belum diungkapkan namanya.

Peristiwa penembakan ini merupakan salah satu penembakan massal yang belakangan ini terjadi di Amerika Serikat.

Sebelumnya, telah terjadi penambakan di toko kebutuhan sehari-hari di Buffalo, New York, yang menewaskan 10 warga kulit hitam, dan penembakan di sekolah dasar di Uvalde, Texas, yang menewaskan 19 murid.

Penembakan di Gereja Episkopal Saint Stephen ini juga bertepatan dengan malam peringatan 7 tahun penembakan di Gereja Emanuel AME di Charleston, Carolina Selatan yang terjadi tahun 2015 silam.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang penembakan di sini

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved