TRIBUNNEWSWIKI.C0M - Warga Amerika Serikat (AS) dikejutkan dengan penembakan brutal yang terjadi di Sekolah Dasar (SD) Robb, Texas, (24/5/2022).
Kasus penembakan di sekolah AS dilaporkan makin sering terjadi belakangan ini.
Pada hari Selasa, (24/5/2022), peristiwa penembakan juga terjadi di sebuah SD di Washington D.C.
Dalam peristiwa itu, ada tiga siswa yang ditembak di area sekolah dan mengalami luka.
Sehari sebelumnya, ada tiga remaja yang ditembak ketika mereka akan pulang dari sekolahnya di Philadelphia.
Sementara itu, pekan lalu ada tiga peristiwa penembakan di sekolah di Michigan, Louisiana, dan Tennessee.
Menurut peneliti bernama David Riedman, jumlah kasus penembakan di sekolah AS kini memecahkan rekor baru.
Dikutip dari Reuters, tercatat sudah ada 137 kasus penembakan di sekolah tahun ini, per Mei 2022, atau bisa dikatakan hampir terjadi setiap hari. Tahun lalu jumlah kasus mencapai 249.
Baca: Pelaku Penembakan di SD Texas Kirim Pesan Peringatan di Facebook sebelum Beraksi
Baca: Info Terbaru Kasus Penembakan di SD Texas: Sedikitnya 18 Siswa Tewas
Riedman yang merupakan peneliti K-12 School Shooting Database mencatat setiap peristiwa penembakan yang terjadi di area sekolah.
"Yang menjadi makin umum ialah kekerasan sistematis dengan senjata di sekolah naik drastis, terutama di sekolah menengah. Ini karena siswa membawa senjata dan konflik memuncak hingga berujung pada kekerasan dengan senjata," kata Riedman kepada Reuters.
Kata Riedman, sebelum penembakan di SD Robb terjadi, telah ada beberapa peristiwa penembakan di halaman sekolah di Texas yang menewaskan 27 orang. Korban luka mencapai 77 orang.
Selain itu, penembakan massal di sekolah juga makin banyak memakan korban.
Menurut James Densley, pendiri The Violence Project, tiga kasus penembakan di sekolah dengan korban terbanyak terjadi pada dekade terakhir.
Baca: 14 Siswa SD dan 1 Guru Tewas Ditembak di Texas, Pelaku Masih Remaja
Baca: Kasus Penembakan di Gereja California Diduga Dipicu oleh Konflik Tiongkok vs. Taiwan
Pertama, penembakan di SD Sandy Hook tahun 2012 yang menewaskan 26 orang,
Kedua, penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas tahun 2018 yang menewaskan 17 orang.
Ketiga, penembakan di SD Robb hari Selasa lalu yang menewaskan 21 orang.
Ancaman penembakan lebih sering dirasakan di sekolah AS daripada di negara lain karena siswa di AS mulai berkenalan dengan senjata sejak masih kecil.
Sebagai tindakan pencegahan, beberapa sekolah di AS tidak hanya mengunci pintu depan gedung sekolah, tetapi juga pintu ruang kelas.
Penguncian ini diharapkan bisa menghalangi seseorang yang ingin masuk ke gedung sekolah dan melakukan penembakan.
Selain itu, ada banyak sekolah yang kini memasnag kaca dan pintu tahan peluru, kunci khusus, dan detektor logam.
Beberapa bahkan menyewa petugas keamanan khusus.
Baca: Ditembak Mati oleh Tentara Israel, Jurnalis Abu Akleh Sudah Meliput Palestina Puluhan Tahun
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang penembakan di sini