TRIBUNNEWSWIKI.COM - Salvador Ramos, pelaku penembakan brutal di Sekolah Dasar (SD) Robb, Texas, Amerika Serikat (AS), sempat mengirim pesan peringatan sebelum melakukan aksinya.
Pesan tersebut dikirimkan melalui media sosial Facebook. Namun, pihak Facebook belum bersedia mengungkapkan identitas penerima pesan.
Remaja berusia 18 tahun itu juga mengirim pesan yang menyebutkan bahwa dia akan menembak neneknya.
Dikutip dari Reuters, (26/5/2022), nenek Ramos berhasil selamat meski ditembak dan kemudian memanggil polisi.
Gubernur Texas Gregg Abbot mengatakan setelah Ramos menembak neneknya, dia segera pergi dari rumah yang ditinggali bersama neneknya.
Namun, mobil yang dikendarainya kemudian mengalami kecelakaan di dekat SD Robb.
Seorang polisi mendatangi Ramos, tetapi Ramos tidak menembakkan senjatanya.
Ramos sempat menjatuhkan kantong amunisi ke tanah dan selanjutnya berlari menuju ke gedung sekolah ketika dia melihat polisi itu.
Baca: 14 Siswa SD dan 1 Guru Tewas Ditembak di Texas, Pelaku Masih Remaja
Baca: Info Terbaru Kasus Penembakan di SD Texas: Sedikitnya 18 Siswa Tewas
Dia kemudian masuk ke gedung sekolah melalui pintu belakang dan membawa senapan berjenis AR-15.
Ramos berjalan ke arah ruang kelas 4 dan di sana dia melancarkan aksi kejinya.
Pihak berwenang mengatakan dua hari sebelumnya Ramos membeli dua senapan dan 375 butir peluru secara legal/sah.
Ketika Ramos beraksi, polisi mengepung gedung dan memecahkan jendela agar anak-anak dan staf sekolah bisa melarikan diri.
Beberapa anggota Polisi Perbatasan kemudian memasuki gedung untuk membekuk pelaku.
Satu polisi dilaporkan terluka dalam peristiwa baku tembak dengan pelaku. Ramos selanjutnya ditembak oleh polsii hingga tewas.
Baca: Kasus Penembakan di Gereja California Diduga Dipicu oleh Konflik Tiongkok vs. Taiwan
Baca: Aksi Penembakan Terjadi di Stasiun Kereta Bawah Tanah New York, 16 Orang Dilaporkan Terluka
Dalam peristiwa nahas itu, jumlah korban jiwa mencapai 21, yakni 18 siswa dan 2 guru.
Sementara itu, jumlah korban luka dilaporkan mencapai 17 orang.
Penembakan tersebut menjadi kasus penembakan terbesar di sekolah AS selama hampir satu dasawarsa terakhir.
Ramos adalah remaja putus sekolah yang mengalami masalah mental.
Namun, sebelumnya tidak ada catatan bahwa dia pernah melakukan tindak kriminal.
Pihak berwenang belum mengungkapkan motif Ramos melakukan penembakan.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang penembakan di sini