Dampak Invasi: Lebih dari 15.000 Miliarder Diperkirakan Tinggalkan Rusia Tahun Ini

Para miliader ini diduga sudah enggan mendukung pemerintahan Vladimir Putin.


zoom-inlihat foto
dollar-ilustrasi-789.jpg
Pixabay
Ilustrasi uang dolar AS


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tahun ini diperkirakan ada lebih dari 15.000 miliarder yang angkat kaki dari Rusia karena kecewa dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Para miliader ini diduga sudah enggan mendukung pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

Berdasarkan hasil analisis data migrasi, sekitar 15 persen warga Rusia dengan kekayaan lebih dari $1 juta kemungkinan bakal pindah ke negara lain pada akhir tahun 2022.

Analisis tersebut dilakukan oleh Henly & Partners, perusahaan bermarkas di London yang bertindak sebagai penghubung antara para miliader dan negara-negara yang "menjual" status kewarganegaraan.

"Warga negara kaya yang beremigrasi dari Rusia meningkat tiap tahun selama dekade terakhir, menjadi tanda awal mengenai masalah-masalah yang dihadapai negara itu," kata Andrew Amoils, Kepala Riset di New World Wealth, yang mengumpulkan data untuk Henly & Partners, dikutip dari The Guardian, (14/6/2022).

"Secara historis, negara-negara besar yang runtuh biasanya didahului oleh meningkatnya emigrasi warga negara kaya, mereka sering menjadi yang pertama pergi karena punya biaya untuk melakukannya."

Baca: Miliarder Rusia Oleg Tinkov Kecam Invasi Rusia di Ukraina: Tak Ada Manfaat dari Perang Gila Ini!

Baca: Aktor Sean Penn Desak para Miliarder Belikan Jet Tempur untuk Ukraina

Ilustrasi dolar AS
Ilustrasi dolar AS (Tribunnews)

Di sisi lain, Ukraina diperkirakan juga bakal banyak kehilangan warga negara kaya yang meninggalkan negara bekas Uni Soviet itu pada akhir tahun 2022.

Biasanya para miliarder di dunia ini akan pindah ke Amerika Serikat (AS) atau Inggris.

Namun, Henley mengatakan Uni Emirat Arab (UEA) diperkirakan akan mengalahkan AS dan Inggris dalam perlombaan menjadi negara emigran kaya.

Henley menyebut kesimpulan itu didasarkan pada tren migrasi para miliarder.

Diperkirakan ada 4.000 miliarder yang akan pindah ke UEA pada akhir tahun ini.

Di belakang UEA ada Australia yang diperkirakan akan menarik sekitar 3.500 miliarder. Posisi ketiga ditempati oleh Singapura (2.800) dan Israel (2.500).

Baca: Dua Miliarder Rusia, Mikhail Fridman dan Oleg Deripaska, Minta Putin Hentikan Invasi

Selain itu, tiga negara, yakni Malta, Mauritius, dan Monako juga diprediksi bakal kedatangan miliarder dalam jumlah besar.

"Malta telah menajdi salah satu kisah sukses besar di Eropa pada dekade terakhir, tidak hanya dalam hal migrasi para miliader, tetapi juga dalam hal peningkatan kekayaan secara keseluruhan," kata Amoils.

"Malta menjadi salah satu pasar yang berkembang paling cepat di dunia ini, dengan peningkatan kekayaan dalam bentuk dolar AS sebesar 87 persen antara thaun 2011 dan 2021.

"Status kewarganegaraan yang diberikan melalui proses naturalisasi telah membawa banyak orang kaya ke negara itu dan dianggap telah mendorong perkembangan besar di Malta dalam berbagai sektor, termasuk layanan keuangan, teknologi informasi, dan real estate.

Menurut Amoils, sekitar 300 miliarder diperkirakan pindah ke Malta pada tahun 2022.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang miliarder di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved