TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nama Luhut Binsar Pandjaitan kembali menjadi perbincangan publik.
Hal ini lantaran Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves )ini mengumumkan, kenaikan tarif Candi Borobudur, dikenakan sebesar Rp 50.000.
Untuk biaya menaiki wilayah Candi Borobudur naik menjadi Rp 750.000 untuk wisatawan lokal, 100 dollar AS atau setara Rp 1,4 juta lebih untuk wisatawan mancanegara (wisman), dan khusus untuk pelajar sebesar Rp 5.000.
Bahkan Luhut Binsar Pandjaitan kerap disebut sebagai menteri segala urusan.
Nama Luhur masuk dalam pencarian Google hingga jadi trending dengan kata kunci 'Luhut Menteri Apa?' , Senin (6/6/2022).
Lantas apa saja jabatan yang diurus oleh Luhut Binsar Pandjaitan hingga disebut sebagai menteri segala urusan?
Baca: DPR Imbau Luhut Evaluasi Harga Tiket Candi Borobudur : Pendapatan dan Pengunjung Bakal Turun
Baca: Tiket Masuk Candi Borobudur Naik, Wisatawan Lokal Bayar Rp 750 Ribu, Begini Penjelasan Luhut
Ini dia, Tribunnews wiki berhasil merangkum 9 jabatan yang saat ini diduduki oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves ) Luhut Binsar Pandjaitan:
1. Menko Kemaritiman dan Investasi
Jabatan utama Luhut di kabinet Indonesia Maju saat ini adalah Menko Kemaritiman dan Investasi.
Sebenarnya, ini adalah kedua kali purnawirawan jenderal TNI menduduki jabatan yang sama.
Pada periode pertama Jokowi menjabat, Luhut menjadi Menko Bidang Kemaritiman sejak 27 Juli 2016 menggantikan Rizal Ramli.
Kemudian, Luhut terpilih lagi dalam jabatan yang sama saat periode kedua Jokowi sebagai presiden.
2. Menteri Ad Interim
Selama menjadi Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut juga pernah menjadi menteri ad interim alias menteri sementara.
Hal ini dilakukan Luhut karena menteri yang digantikannya untuk sementara sedang berhalangan, sakit, atau terjerat kasus.
Total, Luhut pernah menjadi menteri ad interim selama tiga kali.
Pertama, pada Agustus 2016, Luhut ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Hal ini karena Menteri ESDM saat itu, Arcandra Tahar diberhentikan dengan hormat karena polemik status kewarganegaraannya.
Luhut juga pernah menjadi Menteri Perhubungan karena Budi Karya Sumadi terpapar virus corona di awal pandemi 2020.
Tak berhenti sampai di situ, Luhut juga pernah menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim.