DPR Imbau Luhut Evaluasi Harga Tiket Candi Borobudur : Pendapatan dan Pengunjung Bakal Turun

Menurutnya, keputusan itu dinilai tidak sejalan dengan prinsip pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.


zoom-inlihat foto
Candi-Borobudur-1.jpg
kebudayaan.kemdikbud.go.id
Candi Borobudur


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Anggota Komisi II DPR RI Prasetyo Hadi menganggap kenaikan tarif Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, sebesar Rp 750.000 untuk wisata lokal kurang tepat.

Kebijakan tersebut dinilai akan membebani masyarakat.

Menurutnya, keputusan itu dinilai tidak sejalan dengan prinsip pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Demikian pula dengan alasan pemerintah untuk menjaga kelestarian situs bersejarah di dunia ini maka tarif candi Borobudur dinaikkan, juga dinilai kurang tepat.

Menurutnya, ada cara-cara yang lebih logis untuk menjaga kedisiplinan turis selama berada di area wisata agar kelestarian candi tetap terjaga dengan baik.

"Kurang tepat apabila Pak Luhut menilai kenaikan harga ini sebagai langkah pelestarian candi. Ada cara-cara yang lebih logis untuk menjamin kelestarian candi, misalnya melalui edukasi dan komitmen menjaga sikap disiplin dan tidak melanggar aturan selama berada di area candi yang tertulis di setiap lembar tiket," katanya secara tertulis, dikutip dari laman resmi DPR RI, Senin (6/6/2022).

"Sebaiknya pemerintah meninjau ulang rencana menaikan tarif wisata ke area Candi Borobudur. Selain karena kenaikan harga yang sangat membebani wisatawan, kebijakan ini tidak sejalan dengan prinsip pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19," sambung dia.

Pemandangan Candi Borobudur dari puncak Punthuk Setumbu
Pemandangan Candi Borobudur dari puncak Punthuk Setumbu (Instagram/punthuksetumbu)

Legislator dapil Jawa Tengah VI tersebut mengusulkan, jika wisatawan terbukti melanggar maka hukumannya berupa denda atau sanksi sosial lainnya kemungkinan akan diterima publik dan tidak membebani rakyat.

Maka, ia meminta pemerintah meninjau ulang rencana kenaikan tarif candi Borobudur ke area puncak Candi.

Sebab, itu sudah pasti akan membebani rakyat dan menurunkan antusiasme para wisawatan untuk berkunjung serta dapat mempengaruhi penurunan pendapatan sektor ekonomi UMKM yang ada di sekitar Borobudur.

"Kebijakan (kenaikan tiket masuk) ini dapat menyebabkan berkurangnya antusiasme masyarakat ke Borobudur, dan sudah pasti banyak sektor ekonomi rakyat terganggu. Jangan kebijakan makin mempersulit rakyat. Dengan kenaikan tarif yang fantastis ini maka sektor usaha kecil atau UMKM seperti penginapan, kuliner, hingga pedagang souvenir turut terdampak pendapatannya akibat kebijakan ini," pungkasnya.

Baca: Tiket Masuk Candi Borobudur Naik, Wisatawan Lokal Bayar Rp 750 Ribu, Begini Penjelasan Luhut

Baca: Candi Borobudur Dibangun Manual Selama 50 Tahun, Jutaan Ton Batu Bisa Tersusun Kokoh dan Simetris

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengumumkan, kenaikan tarif Candi Borobudur, dikenakan sebesar Rp 50.000.

Untuk biaya menaiki wilayah Candi Borobudur naik menjadi Rp 750.000 untuk wisatawan lokal, 100 dollar AS atau setara Rp 1,4 juta lebih untuk wisatawan mancanegara (wisman), dan khusus untuk pelajar sebesar Rp 5.000.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Kamu Harus Mati

    Kamu Harus Mati adalah sebuah film misteri yang
  • Film - Orpa (2022)

    Orpa adalah sebuah film drama yang disutradarai oleh
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved