Hadapi Gelombang Pertama, Korea Utara bahkan Tak Punya Vaksin Covid-19

Korea Utara sempat menolak bantuan vaksin Covid-19 dan mengatakan lebih baik diberikan kepada negara yang membutuhkan.


zoom-inlihat foto
astrazeneca-04.jpg
Miguel MEDINA / AFP
Vaksin AstraZeneca


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Korea Utara (Korut) kini menghadapi gelombang pertama Covid-19 setelah negara itu resmi mengumumkan adanya kasus infeksi virus corona, Kamis (12/5/2022).

Pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Un, kemudian memerintahkan kota-kota di negaranya dikarantina untuk menghalangi penularan.

Hingga kini Korut belum menjalankan program vaksinasi Covid-19, bahkan tidak memiliki persediaan vaksin yang bisa disuntikkan.

Korut bersama Eritrea dilaporkan menjadi dua negara di dunia ini yang menolak program berbagi vaksin.

Oleh karena itu, warga Korut diperkirakan rentan terhadap penularan Covid-19 yang menyebar cepat.

Dikutip dari Washington Post, pemerintah Korut mengatakan Covid-19 yang terdeteksi di negara itu adalah Omicron varian BA.2.

Pada hari Jumat, (13/5/2022), satu orang dilaporkan meninggal. Ada 350.000 warga yang memperlihatkan gejala demam.

Baca: Covid-19 Terdeteksi di Korut, Kini Hanya Ada 2 Negara yang Belum Laporkan Kasus

Layar televisi di stasiun Seoul pada tanggal 12 Mei 2022 memperlihatkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengenakan masker untuk pertama kalinya setelah negara itu mengonfirmasi kasus Covid-19 pertama di negara itu.
Layar televisi di stasiun Seoul pada tanggal 12 Mei 2022 memperlihatkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengenakan masker untuk pertama kalinya setelah negara itu mengonfirmasi kasus Covid-19 pertama di negara itu. (ANTHONY WALLACE / AFP)

Banyak pakar kesehatan yang skeptis terhadap absennya kasus Covid-19 di Korut selama lebih dari 2 tahun ini.

"Korea Utara, dengan kesenjangan imunitas yang besar, tidak ada perlindungan yang didapatkan dari vaksin atau dari infeksi sebelumnya, rentan terhadap penularan yang tak bisa dikendalikan, dan memaksimalkan peluang munculnya varian baru," kata J. Stephen Morrison, Direktur Pusat Kebijakan Kesehatan Dunia di Pusat Kajian Strategis dan Hubungan Internasional, dikutip dari Washington Post.

Sementara itu, John P. Moore, guru besar bidang mikrobiologi dan kekebalan di Sekolah Kedokteran Weill Cornell memperkirakan akan banyak warga Korea yang segera terinfeksi.

Muncul rumor bahwa para elite politik di Korut sebenarnya sudah mendapat vaksinasi, tetapi tidak mengakuinya.

Penolakan terhadap vaksin buatan asing diduga hanya untuk pamer semata atau kepentingan politik.

Baca: Korea Utara Laporkan Kasus Covid-19 Pertama, WHO Siap Bantu Tangani

Baca: Korea Utara Diduga Luncurkan Rudal Balistik, Kim Jong-un Tepati Janji?

Korut dilaporkan telah menolak vaksin AstraZeneca karena khawatir akan efek sampingnya.

Negara itu juga menolak pengiriman hampir 3 juta dosis vaksin Sinovac asal Tiongkok.

Korut bahkan mengatakan vaksin itu lebih baik dikirimkan ke negara yang lebih parah terdampak wabah.

WHO siap membantu

WHO mengatakan sedang melakukan komunikasi dengan Pyongyang sehubungan dengan adanya kasus Covid-19.

Namun, hingga saat ini WHO mengaku belum mendapatkan balasan resmi dari kementerian kesehatan di negara itu.

Dikuitip dari laman News UN, Edwin Salvador, Perwakilan WHO di Korut, mengatakan WHO telah membantu negara itu untuk mempersiapkan diri dalam menangani wabah Covid-19.

Selain itu, WHO bersama mitranya mengatakan telah membantu Korea dalam rencana pengiriman vaksin Covid-19.

WHO akan tetap bekerja sama dengan pemerintah Korut untuk memberikan informasi tentang vaksin Covid-19 yang tersedia melalui program COVAX.

Baca: Percepat Pengembangan Senjata Nuklir, Kim Jong Un: Negara yang Melawan Korut Akan Lenyap

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tenyang Korea Utara di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved