TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah Rusia akhirnya buka suara untuk mengomentari kasus diplomat senior Rusia yang mengecam perang di Ukraina.
Boris Bondarev, nama diplomat itu, juga memutuskan mengundurkan diri setelah mengungkapkan kekecewaannya melalui akun Linkedin.
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengkritik pedas pernyataan yang disampaikan Bondarev.
Menurut Peskov, Bondarev adalah warga negara yang tidak puas dan memberontak.
Peskov bahkan mengatakan Bondarev tidak mendapat dukungan di negaranya sendiri.
"Tuan Bondarev tidak lagi bersama kami, malahan dia melawan kami," kata Peskov dikutip dari USA Today, (25/5/2022).
"Dia mengecam tindakan pemimpin Rusia, dan tindakan pemimpin Rusia didukung oleh hampir semua warga negara kami."
Baca: Malu dengan Perang di Ukraina, Diplomat Senior Rusia Mengundurkan Diri
Baca: Mantan Menlu AS Desak Ukraina Serahkan Wilayah yang Diduduki Rusia agar Perang Berakhir
Bondarev adalah diplomat senior Rusia yang sudah banyak makan garam dalam bidang hubungan internasional.
Jabatan terakhirnya adalah duta Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss.
Namun, dia memutuskan mengundurkan diri per hari Minggu (22/5/2022).
Sebelumnya, dia mengkritik pedas perang yang dilakukan Rusia di Ukraina.
Dia juga mengkritik Kementerian Luar Negeri Rusia atas apa yang dianggapnya sebagai "perang agresif" di Ukraina.
"Selama karier diplomatik saya selama 20 tahun, saya telah melihat berbagai perubahan dalam kebijakan luar negeri kita, tetapi tak pernah saya sebegitu malu kepada negeri saya seperti pada 24 Februari tahun ini," kata Bondarev dikutip dari CNN Internasional.
"Perang agresif yang dilancarkan Putin terhadap Ukraina, dan bahkan terhadap seluruh dunia Barat, tidak hanya kejahatan terhadap rakyat Ukraina, tetapi mungkin juga kejahatan terparah terhadap warga Rusia, dengan huruf Z tebal mencoret semua harapan dan kemungkinan adanya masyarakat bebas yang makmur di negara kita."
Surat kabar Rusia, Kommersant, sempat mencoba menghubungi Bondarev untuk mengonfirmasi pernyataannya.
Bondarev mengakui bahwa pernyataan itu memang berasal dari dia.
Baca: Delegasi AS & Negara Lainnya Walkout dari Rapat APEC untuk Memprotes Rusia
Baca: Mantan Elite Militer Rusia Sebut Perang di Ukraina Makin Buruk bagi Rusia
Dia juga sudah mengirimkan surat kepada para diplomat yang ada di Jenewa tentang pengunduran diri ini.
Dalam pernyataannya, diplomat senior itu turut menyinggung korupsi yang dilakukan pemimpin Rusia.
"Mereka yang menciptakan perang ini hanya menginginkan satu hal, yakni tetap berkuasa selamanya, tinggal di istana yang terasa hambar dan megah, berlayar dengan kapal pesiar yang tonase dan biayanya sebanding dengan seluruh Angkatan Laut Rusia, menikmati kekuasaan dan impunitas tak terbatas. Untuk mencapai ini, mereka bersedia mengorbankan banyak nyawa yang diperlukan. Ribuan warga Rusia dan Ukraina telah tewas hanya demi ini."
Pada akun Linkedin miliknya, Bondarev disebutkan sebagai diplomat senior Rusia dengan keahlian di bidang pembatasan persenjataan.
Setelah resmi mengundurkan diri sebagai diplomat, Bondarev kini memajang foto profil baru dan terlihat ada tagar #opentowork.
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (Kemenlu AS) menanggapi pengunduran diri Bondarev.
Menurut Kemenlu AS, pengunduran diri tersebut menunjukkan bahwa tetap ada sejumlah warga Rusia yang berani mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan perang di Ukraina.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini