Mantan Elite Militer Rusia Sebut Perang di Ukraina Makin Buruk bagi Rusia

Mantan elite militer Rusia berani menyampaikan pendapatnya dengan tegas dan berani mengenai posisi Rusia saat ini.


zoom-inlihat foto
Para-prajurit-Ukraina-mengikuti-latihan-taktis-d.jpg
AFP/SERGEI SUPINSKY
Prajurit Ukraina mengikuti latihan taktis dan khusus di Pripyat, dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, pada Jumat (4/2/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan elite militer Rusia, Mikhail Khodaryonok, mengatakan situasi di Ukraina akan makin buruk bagi Rusia.

Hal itu disampaikannya dalam wawancara dengan salah satu kanal TV pemerintah Rusia, Rossiya-1, (17/5/2022).

Menurutnya, Rusia kini harus menghadapi mobilisasi besar-besaran yang dilakukan Ukraina dan didukung oleh Amerika Serikat (AS).

Pernyataan Khodaryonok terhitung langka karena biasanya media Rusia biasanya memberitakan tentang dukungan terhadap perang di Ukraina.

Namun, Khodaryonok berani menyampaikan pendapatnya dengan tegas dan berani mengenai posisi Rusia saat ini.

"Anda seharusnya tidak menelan obat penenang informasi," kata Khodaryonok dalam acara "60 Menit" yang dibawakan oleh salah satu jurnalis pro-Kremlin, dikutip dari Reuters.

"Terus terang situasinya akan makin buruk bagi kita," kata dia menambahkan.

Dia mengatakan Ukraina bisa memobilisasi 1 juta orang untuk keperluan perang.

Foto yang dirilis pada tanggal 19 Maret 2022 oleh satelit Maxar memperlihatkan Gedung Teater Mariupol di Ukraina hancur karena serangan udara Rusia.
Foto yang dirilis pada tanggal 19 Maret 2022 oleh satelit Maxar memperlihatkan Gedung Teater Mariupol di Ukraina hancur karena serangan udara Rusia. (AFP)

Baca: AS Luncurkan Program untuk Selidiki Dugaan Kejahatan Perang Tentara Rusia

Invasi Rusia ke Ukraina dilaporkan telah menewaskan ribuan orang dan membuat hubungan Rusia dengan AS memanas.

Perang itu juga memperlihatkan bahwa Rusia pasca-Soviet memiliki keterbatasan dalam kekuatan militer dan ekonomi.

Meski Presiden Rusia Vladimir Putin berusaha meningkatkan kekuatan pasukannya, militer Rusia memiliki kinerja buruk dalam berbagai pertempuran di Ukraina.

Bahkan, kini Rusia tidak lagi ngotot merebut ibu kota Ukraina. Rusia kemudian memfokuskan wilayah Donbas.

Jumlah tentara Rusia yang tewas tidak dipublikasikan, tetapi Ukraina menyebut jumlahnya lebih besar daripada jumlah tentara Soviet yang tewas selama Perang Soviet-Afganistan tahun 1979-1989.

Baca: Ukraina Masukkan Jasad Tentara Rusia ke Dalam Gerbong Berpendingin di Kereta

Baca: Pertama Kalinya, Ukraina Akan Gelar Pengadilan untuk Tawanan Perang Rusia

Dari sisi geopolitik, invasi Rusia justru menguatkan hubungan antara AS dan sekutunya di Eropa.

Selain itu, invasi tersebut membuat Swedia dan Finlandia bergegas mengajukan diri menjadi anggota NATO.

Khodaryonok mengatakan Rusia harus melihat realitas yang terjadi di lapangan.

"Hal utama dalam urusan kita adalah memiliki perasaan akan realisme politik-militer: Jika Anda melampauinya, maka kenyataan sejarah akan menghantam Anda dengan sangat keras sehingga Anda tidak akan tahu apa yang menghantam Anda," kata dia.

"Jangan mengayunkan roket ke arah Finlandia demi kebaikan, itu hanya terlihat sedikit lucu," katanya.

Kata dia, Rusia kini menjadi negara yang terkucil.

"Kekurangan utama dari posisi politik-militer kita adalah kita berada dalam keterkucilan geopolitik sepenuhnya dan, betapa pun kita tidak ingin mengakuainya, pada kenyataannya seluruh dunia kini melawan kita, dan kita harus keluar dari situasi ini."

Baca: TV Rusia Diretas, Muncul Pesan Darah di Tangan Kalian dari Ribuan Warga Ukraina

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved