Ia pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dalam Kabinet SBY.
Tak lama kemudian ia di-reshuffle menjadi Menteri Perindustrian.
Fahmi Idris lahir pada 20 September 1943 di Jakarta.
Ia putra Haji Idris Marah Bagindo, seorang pedagang asal Minang.
Sejak menjadi mahasiswa, ia telah akrab dengan dunia politik.
Ia menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Di kampus itu, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Pada tahu 1965, ia menduduki jabatan Ketua Senat Fakultas Ekonomi UI pada masa-masa genting peralihan kekuasaan Soekarno ke Soeharto.
Setelah lulus kuliah, ia mendirikan PT Kwarta Daya Pratama.
Ia juga menjadi pimpnan Kongsi Delapan Grup.
Baca: Kabar Duka, Mantan Komisioner KPU Viryan Aziz Meninggal Dunia
Baca: Kabar Duka, Faizan Pemain PSPS Riau Meninggal Dunia karena Kecelakaan
Perusahaan tersebut berisi kumpulan perusahaan konglomerasi di bawah Aburizal Bakrie, Soegeng Sarjadi, dan Pontjo Sutowo.
Perusahaan yang tergabung bergerak di bidang perdagangan, perbankan, perminyakan, hingga perhotelan.
Pada tahun 1980-an, PT Kwarta Daya Pratama dinobatkan sebagai salah satu perusahaan tersukses di Indonesia.
Perusahaan tersebut telah mengembangkan hotel di kawasan elite Amerika.
Sebelumnya, ia belajar terlebih dahulu di berbagai perusahaan seperti PT Krama Yudha, PT Parama Bina Tani, PT Delta Santana, PT Wahana Muda Indonesia, PT Dharma Muda Pratama, dan lain-lain.
Pada tahun 1984, ia bergabung dengan Partai Golkar.
Pada tahun 1998, ia menjadi Ketua DPP Golkar.
Posisinya di partai itu berhasil mengantarkannya menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Perindustrian.
(TRIBUNNEWSWIKI/Ka)