Covid-19 Terdeteksi di Korut, Kini Hanya Ada 2 Negara yang Belum Laporkan Kasus

Dengan terdeteksinya Covid-19 di Korut, kini hanya ada dua negara di dunia ini yang belum melaporkan kasus infeksi virus corona.


zoom-inlihat foto
Korea-Utara-Kim-Jong-Un.jpg
ANTHONY WALLACE / AFP
Layar televisi di stasiun Seoul pada tanggal 12 Mei 2022 memperlihatkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengenakan masker untuk pertama kalinya setelah negara itu mengonfirmasi kasus Covid-19 pertama di negara itu.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Korea Utara (Korut) resmi melaporkan adanya kasus Covid-19 di negaranya, Kamis (12/5/2022).

Dengan terdeteksinya Covid-19 di Korut, kini hanya ada dua negara di dunia ini yang belum melaporkan kasus infeksi virus corona.

Dikuti dari Newsweek, kedua negara itu adalah Turkmenistan dan Tuvalu.

Kendati demikian, ada banyak pakar yang meragukan absennya kasus Covid-19 di kedua negara itu.

Korut mengumumkan keberadaan kasus Covid-19 setelah bersikeras mengatakan tetap "nol Covid-19" selama 2,5 tahun.

Pada hari Kamis lalu Korean Central News Agency (KCNA) mengatakan Politburo Partai Buruh Korea telah mengumumkan adanya "sistem pencegahan epidemi darurat secara maksimal".

KCNA menyebut munculnya kasus Covid-19 varian Omicron sebagai situasi yang sangat buruk.

Baca: Korea Utara Laporkan Kasus Covid-19 Pertama, WHO Siap Bantu Tangani

Gambar ini diambil pada 9 Februari 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 10 Februari memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat rapat Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea (WPK) di Korea Utara.
Gambar ini diambil pada 9 Februari 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 10 Februari memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat rapat Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea (WPK) di Korea Utara. (STR / KCNA VIA KNS / AFP)

Kasus Covid-19 di negara itu disebut telah terdeteksi pada tanggal 8 Mei setelah beberapa orang yang menderita demam diperiksa.

Adanya kasus Covid-19 dilaporkan membuat Korea Utara mengeluarkan kebijakan karantina atau lockdown di Pyongyang.

Masyarakat dilaporkan melakukan panic buying dan pasokan kebutuhan harian mengalami kelangkaan.

Hal ini karena adanya ketidakpastian mengenai kapan kebijakan karantina akan berakhir.

Menurut media pemerintah, Kim sudah meminta seluruh kota di Korut dikarantina.

Kim juga dilaporkan meminta para pejabat untuk memperkuat penjagaan perbatasan di laut dan udara.

Baca: Korea Utara Diduga Luncurkan Rudal Balistik, Kim Jong-un Tepati Janji?

Baca: Percepat Pengembangan Senjata Nuklir, Kim Jong Un: Negara yang Melawan Korut Akan Lenyap

Belum ada vaksin

Dikutip dari NK News, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Korut adalah salah satu dari dua negara di dunia ini yang belum menjalankan program vaksinasi Covid-19.

Selain itu, belum ada vaksin Covid-19 yang dilaporkan dikirim ke negara itu.

WHO mengatakan sedang melakukan komunikasi dengan Pyongyang sehubungan dengan adanya kasus Covid-19.

Namun, hingga saat ini WHO mengaku belum mendapatkan balasan resmi dari kementerian kesehatan di negara itu.

Dikuitip dari laman News UN, Edwin Salvador, Perwakilan WHO di Korut, mengatakan WHO telah membantu negara itu untuk mempersiapkan diri dalam menangani wabah Covid-19.

Selain itu, WHO bersama mitranya mengatakan telah membantu Korea dalam rencana pengiriman vaksin Covid-19.

WHO akan tetap bekerja sama dengan pemerintah Korut untuk memberikan informasi tentang vaksin Covid-19 yang tersedia melalui program COVAX.

Baca: Korea Utara Tegaskan Rudal Buatannya Bisa Mencapai Wilayah AS di Pasifik

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Korea Utara di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved