TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pejabat Korea Selatan (Korsel) dan Jepang mengklaim Korea Utara (Korut) meluncurkan rudal balistik ke perairan timur, (4/5/2022).
Kepala Staf Gabungan Korsel mengatakan peluncuran dilakukan di lepas pantai timur Korut.
Kendati demikian, dia tidak memberikan detail lebih lanjut tentang peluncuran tersebut.
Dikutip dari The Guardian, peluncuran ini terjadi 6 hari sebelum Presiden Korsel yang baru, Yoon Suk Yeol, resmi menjabat.
Seperti Korsel, Kementerian Pertahanan Jepang juga menyatakan Korut telah meluncurkan rudal balistik, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.
Janji Kim Jong-un
Beberapa waktu lalu, pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, telah bersumpah untuk mempercepat program pengembangan senjata nuklir negara itu.
Pernyataan itu disampaikannya dalam gelaran parade militer di Pyongyang yang memamerkan senjata tercanggih Korut, (25/4/2022).
Baca: Percepat Pengembangan Senjata Nuklir, Kim Jong Un: Negara yang Melawan Korut Akan Lenyap
Baca: Di Tengah Ketegangan dengan Korut, AS Kerahkan Kapal Induk ke Perairan Korea
Parade itu dilaporkan digelar untuk memperingati 90 tahun berdirinya Angkatan Darat Korea Utara.
Menurut pakar, parade tersebut menunjukkan ambisi Kim dalam program pengembangan senjata.
Salah satu yang diprioritaskan Korut adalah pengembangan rudal berbahan bakar padat yang akan lebih mudah disembunyikan dari intelijen asing.
Dalam parade itu, Kim mengatakan akan meningkatkan dan mengembangkan kekuatan nuklir Korut secepat mungkin.
Kata Kim, negara yang mencoba melawan militer Korut akan lenyap. Menurut Kim, kekuatan nuklir Korut adalah simbol kekuatan nasional dan dasar dari kekuatan militer.
"Perdamaian sejati bisa dipercaya dan kewibawaan nasional dan kedaulatan nasional dapat dijamin dengan kekuatan pertahanan yang kuat dan bisa mengatasi musuh," kata Kim dalam pernyataan yang dikeluarkan KCNA, dikutip dari CNN Internasional.
Baca: Korsel Sebut Korut Kembali Tembakkan Rudal, Kali Ini Diluncurkan dari Bandara di Pyongyang
Kim berujar misi utama pasukan nuklirnya adalah "menghalangi perang".
Namun, kata Kim, jika ada pihak yang mencoba menghalangi kepentingan Korut, pasukan nuklirnya terpaksa menjalankan tugas kedua.
Sayangnya, Kim tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai misi kedua itu.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Korea Utara di sini