Di Tengah Kunjungan Sekjen PBB, Ibu Kota Ukraina Dihantam Rudal Rusia

Rudal meledak pada hari Kamis malam setelah Guterres mengunjungi lokasi yang diduga sebagai kuburan massal.


zoom-inlihat foto
vaksin-ok-02.jpg
Michael Sohn / POOL / AFP
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada 17 Februari 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ibu kota Ukraina, Kiev, kembali dihantam oleh dua rudal penjelajah Rusia, (29/4/2022).

Pada hari yang sama, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres juga tengah berada di Kiev.

Suara ledakan rudal tersebut terdengar hari Kamis malam setelah Guterres mengunjungi lokasi yang diduga sebagai kuburan massal di pinggiran Kiev.

Dalam kunjungan itu Guterres sempat bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

Serangan rudal itu mendapat sorotan karena terjadi sehari setelah Guterres bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menteri Pertahanan Ukraina mengecam serangan itu dan menyebutnya sebagai serangan terhadap "keamanan Sekjen dan keamanan dunia".

Korban luka

Dikutip dari The Guardian, serangan rudal tersebut dilaporkan telah melukai sepuluh warga Kiev.

Wali Kota Kiev Vitali Klitscho mengatakan salah satu rudal meledak di pusat Distrik Shevchenkivskyi.

Baca: Tak Tinggal Diam, Kanada Bakal Gunakan Aset Rusia yang Disita untuk Bantu Korban Perang di Ukraina

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres saat berpidato pada Sidang Umum PBB ke-75 pada 22 September 2020 di New York.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres saat berpidato pada Sidang Umum PBB ke-75 pada 22 September 2020 di New York. (Eskinder DEBEBE / UNITED NATIONS / AFP)

Rudal itu menghantam gedung berlantai 25 yang menjadi tempat tinggal warga.

Satgas Darurat Ukraina mengatakan rudal meledak sekitar pukul 20.13 waktu setempat.

"Akibat rudal musuh, api muncul di bangunan perumahan warga berlantai 25 dan mengancurkan sebagian lantai 1 dan 2," kata Satgas itu melalui Telegram, dikutip dari The Guardian.

Namun, satu jam kemudian Satgas berhasil memadamkan api, sedangkan tim SAR tetap bertugas mencari korban dan melakukan penyelamatan.

Evakuasi warga dari Azovstal

Dalam kunjungannya, Guterres membahas rencana evakuasi warga sipil dari pabrik baja Azovstal.

Pabrik tersebut kini dikepung oleh pasukan Rusia dan menjadi benteng terakhir pasukan Ukraina di Kota Mariupol.

Baca: Mulai Muak, Putin Beri Ancaman Serangan Secepat Kilat Jika NATO Berani Campur Tangan di Ukraina

Baca: Microsoft: Hacker Rusia Sudah Jalankan Operasi Siber di Ukraina Setahun sebelum Invasi

Di dalam pabrik itu juga terdapat sejumlah warga sipil yang bersembunyi.

Sehari sebelumnya, ketika dikunjungi oleh Guterres, Putin setuju untuk melibatkan Palang Merah Internasional dan PBB untuk melakukan evakuasi di Azovstal.

"Seperti yang kami bicarakan, ada diskusi intens untuk mewujudkan rencana [evakuasi] ini," kata Guterres.

"Saya hanya bisa berkata bahwa kami sedang melakukan segala yang kami bisa untuk mewujudkannya."





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved