Lebih dari 300 Ribu Km Persegi Tanah Ukraina Dipenuhi Ranjau, Dirikan Pusat Ranjau Internasional

PM Ukraina sebut lebih dari 300 ribu km persegi tanah Ukraina dipenuhi ranjau. Minta bantuan mitra internasional untuk membantu masalah ini.


zoom-inlihat foto
Rekaman-video-tentara-Ukraina.jpg
Youtube The Telegraph
Rekaman video tentara Ukraina menyingkirkan ranjau darat di jalanan dengan kakinya ramainya dibicarakan di media sosial.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri (PM) Ukraia Denys Shmyhal menyatakan bahwa lebih dari 300.000 kilometer persegi tanah di Ukraina dipenuhi ranjau.

"Kami menghadapi tantangan pembersihan ranjau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kami perlu membersihkan ranjau-ranjau seluas lebih dari 300.000 kilometer persegi, ranjau-ranjau ini hanya ditutupi dengan amunisi dan bom yang tidak meledak," kata Shmyhal dalam sebuah wawancara dengan saluran TV Ukraina.

Dikutip Tribunnews.com dari laman Ukrinform, Rabu (27/4/2022), ia menegaskan bahwa Ukraina meminta seluruh mitra internasional untuk membantu dalam masalah ini.

Shmyhal pun mengangkat masalah ini selama kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS) pada 21 dan 22 April lalu.

Sementara itu, Kabinet Menteri Ukraina juga mulai mendirikan pusat ranjau internasional.

Asap mengepul setelah serangan Rusia di pusat perbelanjaan Retroville dan distrik perumahan Kyiv pada 21 Maret 2022. - Sedikitnya enam orang tewas dalam pemboman semalam di sebuah pusat perbelanjaan di ibukota Ukraina, Kyiv, kata seorang wartawan AFP, dengan tim penyelamat. menyisir puing-puing untuk mencari korban lainnya. (Photo by ARIS MESSINIS / AFP) (AFP/ARIS MESSINIS)
Asap mengepul setelah serangan Rusia di pusat perbelanjaan Retroville dan distrik perumahan Kyiv pada 21 Maret 2022. - Sedikitnya enam orang tewas dalam pemboman semalam di sebuah pusat perbelanjaan di ibukota Ukraina, Kyiv, kata seorang wartawan AFP, dengan tim penyelamat. menyisir puing-puing untuk mencari korban lainnya. (Photo by ARIS MESSINIS / AFP) (AFP/ARIS MESSINIS) ((Photo by ARIS MESSINIS / AFP) (AFP/ARIS MESSINIS))

Baca: Putin Menuding Barat Hasut Ukraina untuk Bunuh Jurnalis Rusia Bernama Solovyev

Usai dimulainya invasi Rusia terhadap Ukraina, sebagian wilayah Ukraina kini berubah menjadi 'tambang' bahan peledak, dan dianggap sebagai 'area berbahaya'.

Lebih lanjut, Menteri Dalam Negeri Ukraina Denys Monastyrsky mengatakan, butuh waktu bertahun-tahun untuk dapat menjinakan persenjataan yang tak meledak itu usai perang berakhir.

"Sejumlah besar peluru dan ranjau telah ditembakkan ke Ukraina dan sebagian besar belum meledak. Persenjataan ini tetap berada di bawah puing-puing dan menimbulkan ancaman nyata, butuh waktu bertahun-tahun untuk meredakannya," kata Monastyrsky.

Sebagai informasi, wilayah Ukraina yang berubah menjadi tambang ranjau nyatanya tidak hanya Rusia yang membuat hal itu, namun pasukan Ukraina pun telah menanam ranjau darat di jembatan, bandara dan lokasi penting lainnya.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar Rusia tidak menggunakan fasilitas tersebut.

Baca: Rusia Minta AS Berhenti Kirim Senjata ke Ukraina: Seperti Menyiramkan Minyak ke Api

Baca: Di Tengah Konflik Ukraina, Menlu Rusia: Ancaman Perang Nuklir Itu Nyata, Tak Bisa Diremehkan

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)

Baca selengkapnya terkait invasi Rusia di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved