AS Kirimkan Bantuan Drone 'Hantu' ke Ukraina, Dirancang Khusus untuk Menyerang

Drone yang memiliki nama lengkap Phoenix Ghost Tactical Unmanned Aerial Systems ini akan membantu pejuang Ukraina menyerang pasukan Rusia.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-drone-2.jpg
Pixabay
Ilustrasi drone


TRIBUNNEWSIWKI.COM - Dalam bantuan militer terbarunya ke Ukraina, Amerika Serikat (AS) menyertakan drone "Hantu".

Drone atau pesawat tanpa awak tersebut dikembangkan oleh Angkatan Udara AS untuk menyerang target.

Menurut Pentagon, (22/4/2022), drone "Hantu" akan rusak atau hancur dalam sekali pakai.

AS dan sekutunya telah meningkatkan jumlah pengiriman senjata ke Ukraina agar negara bekas Uni Soviet itu bisa melawan Rusia.

Pasukan Ukraina telah menggunakan beragam senjata yang dipasok oleh negara-negara Barat.

Senjata tersebut termasuk rudal Stinger dan Javelin serta sejumlam drone, seperti Bayraktra TB2 dari Turki dan Switchblade dari AS.

Drone yang memiliki nama lengkap Phoenix Ghost Tactical Unmanned Aerial Systems itu akan membantu pejuang Ukraina menyerang pasukan Rusia.

Menurut pernyataan dari Gedung Putih, akan ada sebanyak 121 drone "Hantu" yang dikirim.

Baca: PM Inggris: Negosiasi dengan Putin dalam Konflik Ukraina bak Berurusan dengan Buaya

Kemenhan AS mengatakan drone tersebut sangat cocok untuk digunakan dalam pertempuran di Donbas, Ukraina timur.

Hal ini karena kontur tanah di Donbas cenderung rata seperti negara bagian Kansas di AS.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan menaiki pesawat Air Force One Boeing 747 setelah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di Bandara Cointrin, Jenewa, Swiss, Rabu, 16 Juni 2021.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan menaiki pesawat Air Force One Boeing 747 setelah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di Bandara Cointrin, Jenewa, Swiss, Rabu, 16 Juni 2021. (MARTIAL TREZZINI / POOL / AFP)

"Drone ini sangat cocok dengan apa yang diperlukan pejuang Ukraina saat ini di Donbas," kata juru bicara Pentagon, John Kirby, dikuti dari Reuters.

Namun, Kirby tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai spesifikasi drone "Hantu".

Selain itu, hanya ada sedikit yang diketahui tentang drone itu, termasuk daya jelajahnya dan kemampuannya.

Meski demikian, dia menyebut drone itu dirancang dengan tujuan utama menyerang target.

"Tentunya drone itu juga bisa digunakan untuk memberikan gambaran tentang apa yang dilihatnya, tetapi fokus utamanya adalah menyerang," kata dia.

Baca: Presiden Zelenskiy Desak Dunia Kirimkan Lebih Banyak Senjata Berat ke Ukraina

Sementara itu, sejumlah tentara Ukraina telah dilatih di AS agar bisa mengoperasikan drone Switchblade.

Kirby mengatakan pelatihan penggunaan "Ghost" juga akan mirip dengan pelatihan Switchblade.

Namun, dia menolak menjelaskan rencana pelatihan atau jumlah tentara Ukraina yang akan dilatih.

Hingga saat ini drone "Ghost" belum dikirimkan ke Ukraina. Kirby menyebut "Ghost" dikembangkan dengan sangat cepat untuk keperluan di Ukraina.

Meski demikian, dalam konferensi pers dia mengatakan pengembangan drone itu sudah dilakukan sebelum invasi Rusia dimulai.

"Namun, kami akan terus melakukan pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan tentara Ukraina akan sistem pesawat tanpa awak untuk urusan taktis di Ukraina timur."

Baca: Putin Nyatakan Rusia Sudah Menang di Mariupol, Medan Tempur Terbesar di Ukraina

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved