TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat Joe Biden disebut bakal menyalurkan bantuan militer tambahan sebesar 800 juta dolar AS atau sekitar Rp11,4 triliun kepada Ukraina.
Hal itu guna membantu meningkatkan pertahanan terhadap serangan Rusia.
“Paket bantuan tambahan itu akan mencakup sistem artileri, peluru artileri, pengangkut personel lapis baja dan helikopter,” kata Biden dikutip dari Aljazeera, Kamis (14/4/2022).
“Pasokan senjata yang diberikan oleh Amerika Serikat dan Sekutu serta mitranya ke Ukraina sangat penting dalam mempertahankan perjuangannya melawan invasi Rusia,” ucap Biden.
Melansir Tribunnews.com, Presiden Ukraina Zelenskyy sebelumnya telah meminta kepada para pemimpin AS dan Eropa untuk menyediakan senjata dan peralatan yang lebih berat untuk melawan serangan Rusia.
Baca: Beda dengan Biden, Presiden Prancis Macron Enggan Tuding Putin Lakukan Genosida
Sebagaimana diketahui, invasi Rusia terhadap Ukraina telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan orang mengungsi.
Bantuan terbaru yang diberikan Biden tersebut menambah jumlah total bantuan yang telah diberikan AS ke Ukrainamenjadi lebih dari 2,4 miliar dolar AS.
Sementara itu, reporter Al Jazeera, Alan Fisher menyebut, paket bantuan militer itu tak memerlukan persetujuan kongres.
Senjata-senjata tersebut dikabarkan akan tiba di Ukraina secepat mereka bisa mendapatkannya di sana.
“Beberapa peralatan baru akan memerlukan pelatihan untuk pasukan Ukraina,” kata juru bicara Pentagon, John Kirby.
Baca: Pertama Kalinya, Joe Biden Sebut Rusia Lakukan Genosida di Ukraina
Kendati demikian, Kirby menyebut bahwa sistem yang dilakukan tidaklah sulit, tetapi juga bukan sistem yang Ukraina miliki dalam inventaris.
“Sistem yang mungkin memerlukan beberapa pelatihan tambahan untuk pasukan Ukraina seperti howitzer dan radar kontra artileri. Ini bukan sistem yang sangat sulit untuk dioperasikan, tetapi bukan sistem yang mereka miliki dalam inventaris mereka,” ucap Kirby.
Baca: Joe Biden Sebut Putin Penjahat Perang, Minta Presiden Rusia Diadili
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)
Baca selengkapnya terkait invasi Rusia di sini