Diperiksa Kasus DNA Pro, Yosi Project Pop Akui Tertipu Diajak Kerja Sama oleh Perusahaan Bermasalah

Yosi Project Pop penuh panggilan dan diperiksa Bareskrim Polri terkait kasus DNA Pro. Akui tertipu akrena diajak kerja sama perusahaan bermasalah.


zoom-inlihat foto
Ketua-Umum-Siberkreasi-Mokalu-atau-Yosi-Project-Pop.jpg
Dok BNPB
Diperiksa Kasus DNA Pro, Yosi Project Pop Akui Tertipu Diajak Kerja Sama oleh Perusahaan Bermasalah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Yosi Project Pop dicecar 18 pertanyaan selama 4 jam, saat diperiksa Bareskrim Polri terkait dugaan kasus investasi bodong robot trading DNA Pro.

Hal itu diungkapkan oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko, Sabtu (23/4/2022).

"Saudara H alias Y dimintai keterangan dengan 18 pertanyaan," ujar Gatot kepada Wartawan.

Melansir Tribunnews.com, Gatot menebut bahwa Yosi Project Pop diperiksa terkait kapasitasnya sebagai pembuat jingle DNA Pro.

Selain itu, ia disebut pernah mengikuti kegiatan investasi bodong di Bali.

"Terkait penciptaan lagu DNA Pro dan saat mengisi acara di DNA Pro yang dilaksanakan di Bali," ungkap Gatot.

Setelah diperiksa, Yosi Project Pop masih belum mengembalikan uang yang diterimanya dari DNA Pro.

Diberitakan sebelumnya, pemilik nama Hermann Josis Mokalu ini telah menyelesaikan pemeriksaan terkait dugaan kasus investasi bodong robot trading DNA Pro di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Jumat (22/4/2022).

Ilustrasi trading robot DNA Pro
Ilustrasi robot trading DNA Pro (TRIBUNNEWS.COM/IST)

Baca: Rizky Billar dan Lesti Kejora Kembalikan Uang Rp1 Miliar dari DNA Pro: Kami Tidak Pernah Sentuh

Ia mengaku diperiksa penyidik Bareskrim Polri terkait pembuatan jingle untuk DNA Pro pada Agustus 2021 silam.

"Jadi awalnya itu saya diawal Agustus 2021, diminta oleh perwakilan DNA Pro untuk membuatkan mereka jingle. Kenapa demikian? mungkin mereka mengetahui saya sering membuatkan lagu karena itu bagian dari jasa yang saya lakukan, selain membuat lagu Project Pop," kata Yosi.

Yosi menyebut, dirinya membuat demo lagu hingga menawarkan lirik kepada pihak DNA. Keseluruhan kegiatan itu ia akui dikerjakan secara profesional saja.

"Nah untuk membuat demo itu saya bukan cuman menawarkan notasi tapi lirik. Lirik seperti apa tentu saja saya harus cari tahu perusahaan yang meminta saya membuat jingle tersebut," ucap dia.

Saat itu, kata Yosi, ia tak mengetahui bahwa DNA Pro merupakan perusahaan ilegal. Yosi pun mengaku tertipu karena diajak kerja sama dengan perusahaan yang ternyata bermasalah.

"Pada saat itu saya mencari infonya, memang pada Agustus tersebut info yang menyatakan DNA Pro adakah perusahaan ilegal atau semacamnya itu tidak ada," kata Yosi.

"Atau saya rasa saya sama seperti yang lain juga, tertipu baik yang invest disitu atau yang menghire jasanya untuk melakukan pekerjaan serupa. Kalau dalam hal ini saya membuat lagu," ucap dia.

Baca: Kasus DNA Pro Menyeret Sejumlah Tokoh Masyarakat, Bareskrim Kejar Aset para Tersangka

Sekalipun ia membuat jingle dan lirik untuk perusahaan tersebut, Yosi mengaku telah bekerja secara profesional.

"Jadi saya membuat lagu dan membuat liriknya. Kalau pun ada liriknya yang berupa ajakan itupun lirik, ada prosesnya ada QC-nya. Jadi kalau ditawarkan lirik seperti ini DNA Pro meminta liriknya diganti seperti ini. Jadi kita bekerja profesional aja lah," ujarnya.

Yosi menambahkan, dari kerja sama dengan DNA Pro, ia mendapat bayaran Rp 115 juta. Namun, honor yang didapat masih kotor karena nantinya dipotong biaya produksi.

"Artinya saya ini punya talenta buat lagu tapi enggak bisa main musik. Jadi saya butuh music arranger. Untuk dengan DNA Pro dan tim yang bekerja untuk membuat produksi lagunya di kontrak itu kita diangka Rp 115 juta," ungkap Yosi.

Baca: Rossa dan Yosi Project Pop Bakal Diperiksa Polisi sebagai Saksi Terkait Kasus DNA Pro

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)

Baca selengkapnya terkait DNA Pro di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved