Ukraina Siap Lakukan Pertukaran Tawanan Perang demi Bebaskan Warga Mariupol

Ukraina bersedia melakukannya untuk membebaskan sekitar 1.000 warga sipil Mariupol yang terjebak di pabrik baja.


zoom-inlihat foto
Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelenskiy-6.jpg
PETER NICHOLLS / POOL / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menghadiri konferensi pers dengan Perdana Menteri Inggris di Kyiv, 1 Februari 2022


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengaku siap melakukan pertukaran tawanan perang dengan Rusia, Kamis, (20/4/2021).

Zelenskiy bersedia melakukannya untuk membebaskan sekitar 1.000 warga sipil Mariupol yang terjebak di pabrik baja, dan sejumlah tentara Ukraina.

"Di belakang orang-orang kami di Mariupol, ada sekitar seribu warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak," kata Zelenskiy setelah berbicara dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel, dikutip dari Euronews.

Dia mengatakan Rusia telah menghalangi usaha Ukraina untuk merundingkan adanya jalur evakuasi untuk warga sipil.

"Kami terbuka terhadap aturan-aturan yang berbeda dalam menukarkan warga kami dengan warga Rusia, militer Rusia yang mereka tinggalkan," kata dia.

Ukraina mendesak Rusia menyetujui adanya jalur kemanusiaan untuk mengevakuasi 120.000 warga Mariupol yang, kata Zelenskiy, terjebak di tengah serangan.

Baca: Pasukan Ukraina Sergap Konvoi Tentara Rusia di Mariupol, Lemparkan Granat & Tembaki Kendaraan

Foto yang dirilis pada tanggal 19 Maret 2022 oleh satelit Maxar memperlihatkan Gedung Teater Mariupol di Ukraina hancur karena serangan udara Rusia.
Foto yang dirilis pada tanggal 19 Maret 2022 oleh satelit Maxar memperlihatkan Gedung Teater Mariupol di Ukraina hancur karena serangan udara Rusia. (AFP)

Menurut Zelenskiy, situasi di Mariupol saat ini makin buruk karena ada ratusan korban luka yang tidak bisa mendapat perawatan.

Selain itu, dia mengatakan belum mendengar atau melihat dokumen terkait dengan pembicaraan perdamaian yang, kata Rusia, telah dikirimkan kepada Ukraina.

Juru Bicara Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan Moskwa telah mengirim dokumen itu dan menunggu balasan dari Ukraina.

Evakuasi terhenti

Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk pada hari Rabu mengatakan rencana evakuasi warga sipil dari Mariupol terhenti.

Evakuasi terpaksa tidak dapat dilakukan karena Rusia tidak melakukan gencatan senjata.

Baca: Zelensky Ancam Akhiri Negosiasi Jika Rusia Singkirkan Pasukan Ukraina Terakhir di Mariupol

Baca: Kehabisan Amunisi, Warga Inggris yang Berperang di Mariupol Ini Harus Menyerah kepada Rusia

Vereshchuk mengatakan," Jalur kemanusiaan tidak berjalan sesuai dengan rencana."

Dia juga mengecam "kecerobohan" militer Rusia yang membuat proses evakuasi tidak bisa tepat waktu.

Namun, kata dia, proses evakuasi akan dilakukan kembali pada hari ini, (21/4/2022).

Gagalnya evakuasi ini mendapat sorotan dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Anthony Blinken.

Blinken menyalahkan Rusia atas kegagalan proses evakuasi tersebut.

"Situasi di sana, situasi di sana, yang merupakan akibat dari agresi Rusia, sangat mengerikan," kata Blinken pada hari Rabu.

"Pastinya kami ingin melihat orang-orang yang berada dalam situasi berbahaya, jika bisa, meninggalkan [Mariupol] dengan aman."

Blinken mengatakan dunia melihat adanya "kematian dan kehancuran dan kekejaman" setelah pasukan Rusia menarik diri dari Kota Bucha.

Baca: Zelenskiy: Ukraina Sudah Bisa Akhiri Perang jika Punya Semua Senjata yang Dibutuhkan

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved