TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut bahwa pemusnahan pasukan terakhir Ukraina yang terperangkap di Kota Mariupol, Ukraina Timur akan mengakhiri pembicaraan dengan Rusia, Sabtu (16/4/2022).
"Penghapusan pasukan kami, orang-orang kami (di Mariupol) akan mengakhiri negosiasi antara Ukraina dan Rusia," kata Zelensky dalam sebuah wawancara dengan situs berita Ukrainska Pravda.
"Itu akan menjadi jalan buntu karena kami tidak menegosiasikan wilayah kami maupun orang-orang kami," tambah dia, melansi Kompas.com dari AFP.
Diketahui, sejak invasi Rusia pada 24 Februari lalu, kota pelabuhan Mariupol termasuk wilayah yang paling terpukul di Ukraina.
Kota tersebut sejak awal invasi telah terkepung oleh pasukan Rusia.
Baca: Tak Terima Disanksi, Rusia Melarang PM Inggris Boris Johnson Memasuki Negaranya
Baca: Kapal Perangnya Ditenggelamkan, Rusia Akan Balas Dendam & Lawan Serangan Teroris Ukraina
Penguasaan Kota Mariupol akan memungkinkan Rusia untuk menghubungkan melalui darat semenanjung Crimea.
Yang mana dianeksasi pada 2014, dan negara bagian separatis yang didukung Moskwa di timur Ukraina.
Pelabuhan tersebut dikepung oleh pasukan Rusia segera usai invasi. Akan tetapi, militer Ukraina yang kalah awak dan bersenjata tetap bertahan.
Sementara itu, warga sipil Mariupol telah menanggung beban pertempuran, meringkuk di ruang bawah tanah tanpa utilitas selama berminggu-minggu.
Mereka dilaporkan hidup tanpa listrik dan kekurangan makanan atau pun air bersih.
Pasukan Rusia secara bertahap maju ke kota, tetapi kelompok pasukan Ukraina terus bertahan dari dalam pabrik metalurgi dan mesin berat raksasa di kota itu, yang keduanya memiliki jaringan terowongan bawah tanah yang luas.
Baca: Prangko Jari Tengah yang Diterbitkan Ukraina untuk Ejek Rusia Kini Laris Manis Diburu
Baca: Pasukan Ukraina Tenggelamkan Kapal Perang Andalan Rusia, Presiden Zelenskiy Memuji
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)
Baca selengkapnya terkait invasi Rusia di sini