Kehabisan Amunisi, Warga Inggris yang Berperang di Mariupol Ini Harus Menyerah kepada Rusia

Seorang prajurit asal Inggris yang berperang di Mariupol mengaku harus menyerah kepada Rusia karena kehabisan makanan dan amunisi.


zoom-inlihat foto
Gedung-Teater-Mariupol.jpg
AFP
Foto yang dirilis pada tanggal 19 Maret 2022 oleh satelit Maxar memperlihatkan Gedung Teater Mariupol di Ukraina hancur karena serangan udara Rusia.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang warga Inggris bernama Aiden Aslin yang bergabung dengan militer Ukraina berperang di Kota Mariupol, harus menyerah kepada pasukan Rusia.

Dilansir Tribunnews.com dari The Guardian, pria asal Newark, Nottinghamshire yang tergabung dengan marinir Ukraina sejak 2018 ini, bersama unitnya terpaksa menyerah lantaran mereka kehabisan makanan dan amunisi.

Aslin memberi tahu keluarganya bahwa ia dan rekan-rekannya tak bisa lebih lama lagi bertahan di Mariupol.

Hal itu karena pasukan Rusia secara bertahap memperkuat pasukannya di kota pelabuhan selatan Ukraina tersebut.

Adapun, ibu Aslin, Ang Wood menyebut kepada BBC bahwa unit sang putra sudah melakukan perlawanan yang hebat.

Akan tetapi, ia harus menyerah lantaran tidak memiliki senjata lagi.

Sementara itu, dalam sebuah wawancara, Ang Wood meminta Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk menemukan cara "menggulingkan Putin".

Seorang relawan keamanan berpatroli di Stoyanka, Ukraina, 27 Maret, 2022.
Seorang relawan keamanan berpatroli di Stoyanka, Ukraina, 27 Maret, 2022. (FADEL SENNA / AFP)

Baca: Cegah Invasi Rusia Berikutnya, NATO Akan Buat Pangkalan Militer Permanen di Perbatasan

Diketahui, pasukan Rusia sejak awal Maret lalu telah mengepung Kota Mariupol yang strategis.

Wilayah yang dikendalikan oleh pasukan Ukraina secara bertahap menyusut menjadi beberapa daerah pusat.

Aslin, yang memiliki akun Twitter dengan nama Cossackgundi, menyerahkan akun tersebut kepada temannya agar tetap bisa berkomentar mengenai perang.

Sebagai informasi, Aslin berjuang untuk YPG Kurdi Suriah, milisi di Suriah dan komponen utama Pasukan Demokrat Suriah, untuk melawan ISIS antara 2015 dan 2017 sebelum pindah ke Ukraina.

Salah seorang temannya, Brenan Philips menyebut bahwa Aslin tidak bisa melawan.

"Tidak bisa keluar, tidak bisa melawan," kata Brenan.

"Saya yakin jika mereka memiliki peluru yang tersisa, mereka akan menembaknya," ucap dia.

Baca: Segudang Rekam Jejak Jenderal Alexander Dvornikov, Komandan Baru Pasukan Rusia di Ukraina

Sementara itu, berdasarkan laporan NY Post, wartawan Inggris Jake Hanrahan pun mengkonfirmasi bahwa Aslin, yang juga dikenal sebagai Cossack Gund atau Johnny, menyerah dengan unitnya usai bertempur selama 48 hari.

"Aiden akan menjadi Tawanan Perang Rusia," kata reporter itu.

Hal itulah yang membuatnya menjadi tawanan perang Inggris pertama yang diketahui dalam konflik Ukraina.

Saat ini, keluarga Aslin pun mengharapkan adanya pertukaran tawanan.

Sebelum menyerah, Aslin dilaporkan memposting pesan kepada teman-temannya.

Dalam sebuah video yang difilmkan pada bulan Februari sebelum perang, Aslin mengatakan awalnya ingin menjadi polisi.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved