TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy memuji warganya yang terus berjuang melawan tentara pendudukan Rusia, Kamis, (15/4/2022).
Pujian ini keluar setelah pasukan Ukraina dilaporkan berhasil menenggelamkan Moskva, kapal perang andalan Rusia, di Laut Hitam.
Menurut Zelenskiy, warga Ukraina telah membuat keputusan terpenting dalam hidup mereka dengan ikut berjuang melawan Rusia,
Dia mengatakan warga Ukraina harus bangga karena bisa bertahan selama 50 hari dari serangan Rusia.
Sebelumnya, sejumlah pemimpin negara mendesak Zelenskiy meninggalkan Ukraina karena tidak yakin Ukraina bisa bertahan.
"Namun, mereka tidak tahu betapa beraninya warga Ukraina, betapa mereka menghargai kemerdekaan dan kemungkinan untuk hidup seperti yang mereka inginkan," kata Zelenskiy dikutip dari Associated Press, (15/4/2022).
Baca: Rusia Sebut Kapal Perang Moskva Rusak Parah karena Kecelakaan, Ukraina: Dihantam Rudal
Moskva tenggelam
Rusia akhirnya mengakui bahwa Moskva tenggelam setelah rusak akibat insiden kebakaran.
Namun, pihak Ukraina mengklaim bahwa Moskva telah dihantam oleh rudal yang ditembakkan dari Ukraina.
Rusia hingga kini belum mengakui bahwa kapal perang andalannya karam karena serangan Ukraina.
Dikutip dari CNN Internasional, para awak kapal telah dievakuasi. Berdasarkan pemberitaan dari TASS dan RIA, kapal perang tersebut rusak parah karena kebakaran.
"Akibat kebakaran di atas Moskva, amunisi meledak. Kapal itu rusak parah," kata Kementerian Pertahanan Rusia dikutip dari Reuters.
Baca: Hampir 85 Persen Korban Tewas di Bucha Ukraina Alami Luka Tembak, Wali Kota: Pembunuhan Berencana
Baca: Sebut Eropa Tak Bisa Tinggalkan Gas Rusia, Putin Alihkan Ekspor Gas ke Asia
Pakar menyebut rusaknya kapal perang itu merupakan pukulan besar bagi armada Rusia.
Hal ini karena Moskva menjadi kapal yang dibanggakan oleh Rusia sehingga sesuatu yang terjadi pada kapal itu akan merusak reputasi angkatan laut.
Moskva memiliki panjang 186 meter dan awaknya berjumlah hampir 500 orang.
Kapal itu awalnya bernama Slava dan dimiliki oleh Uni Soviet pada tahun 1980-an.
Namun, Moskva kemudian diubah namanya menjadi Moskva pada tahun 1995 dan menjalani perbaikan tahun 1998.
Moskva dipersenjatai dengan rudal antikapal dan anripesawat, torpedo, meriap kapal, dan sistem pertahanan dari rudal.
Oleh karena itu, Moskva memiliki banyak amunisi dan kondisi kapal bisa berbahaya jika ada kebakaran.
Sementara itu, Gubernur Odessa Oblast, Maxim Marchenko, melalui Telegram mengatakan pasukan Ukraina telah menyerang Moskva dengan rudal penjelajah berjenis Neptune.
Bulan lalu, Ukraina mengklaim telah menghancurkan kapal Orsk dan Sea of Azov di Laut Hitam.
Namun, Rusia tidak bersedia buka suara tentang apa yang terjadi pada kedua kapal itu.
Baca: Rusia Dituding Gunakan Senjata Kimia, Warga Ukraina Rasakan Rasa Manis di Mulut
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini