TRIBUNNEWSWIKI.COM - Setelah menduduki berminggu-minggu, pasukan Rusia mengosongkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl Ukraina pada Kamis, (31/3/2022).
Akan tetapi, pihak berwenang di Kyiv menyebut pasukan Rusia membawa sejumlah tentara Ukraina sebagai sandera.
"Ketika mereka melarikan diri dari pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, penjajah Rusia membawa anggota Garda Nasional, yang mereka sandera sejak 24 Februari, bersama mereka," kata badan nuklir negara Energoatom di Telegram yang dikutip AFP.
Kendati demikian, tidak diketahui berapa banyak tentara Ukraina yang disandera pasukan Rusia.
Melansir Kompas.com, Sabtu (2/4/2022), pada hari itu, badan pemerintah yang bertanggung jawab atas zona ekslusi Chernobyl menyebut sebelumnya semua pasukan Rusia suah angkat kaki dari wilayah itu.
"Tidak ada lagi orang luar di wilayah pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl," kata badan tersebut di Facebook.
Baca: Ukraina Bantah Terobos Perbatasan dan Serang Pangkalan Minyak Rusia
Pasukan Rusia berbaris dalam dua barisan menuju perbatasan Ukraina dengan Belarus saat mereka pergi.
Adapun, menurut Energoatom, Kamis pagi, sejumlah kecil pasukan Rusia juga tetap berada di stasiun.
"Ada juga bukti bahwa barisan tentara Rusia yang mengepung kota Slavutych saat ini sedang dibentuk untuk bergerak menuju Belarus," kata dia.
Sebagai informasi, Slavutych merupakan kota yang menampung para pekerja pembangkit nuklir Chernobyl.
Sejak invasi Rusia ke Urkaina, ada kekhawatiran peningkatan radiasi di Chernobyl.
Reaktor nomor empat Chernobyl yang meledak pada 26 April 1986 menyebabkan kecelakaan nuklir terburuk di dunia dan menewaskan ratusan orang serta menyebarkan kontaminasi radioaktif ke barat di seluruh Eropa.
PLTN Chernobyl sendiri terletak di dekat perbatasan Belarus.
Baca: Aktor Sean Penn Desak para Miliarder Belikan Jet Tempur untuk Ukraina
Baca: Ukraina dan Rusia Lakukan Pertukaran Tawanan, Ada 86 Personel
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)
Baca selengkapnya terkait invasi Rusia di sini