Lutfi mengatakan adanya sejumlah oknum yang menyelundupkan minyak goreng sehingga menjadi langka.
Dia juga meyakini beberapa oknum sengaja menimbun minyak goreng.
Hasil timbunan tersebut kemudian dijual ke luar negeri dengan harga yang berlaku di tingkat global.
"Jadi ada yang menimbun, dijual ke industri atau ada yang menyelundup ke luar negeri, ini melawan hukum," katanya.
Di sisi lain, Inspektur Jenderal Kemendag, Didi Noordiatmoko mengungkapkan sebenarnya pemerintah secara bertahap menyelesaikan persoalan produksi hingga distribusi minyak goreng.
Sayangnya, saat ini justru muncul masalah baru yaitu kelangkaan minyak goreng.
Baca: Polri Panggil Produsen Minyak Goreng Se-Indonesia : Kami Awasi, Jangan Coba Hambat Distribusi
Didi menyebut lantaran itulah, masyarakat justru panic buying.
Banyak dari mereka membeli minyak goreng secara berlebihan melebihin kebutuhan.
Sehingga, panic buying membuat masyarakat lainnya kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.
Padahal dari hasil riset menyebutkan kebutuhan minyak goreng per orang sekitar 0,8-1 liter per bulan.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi.
Arief mengatakan panic buying bisa mengganggu ketersediaan minyak goreng di pasaran lantaran kapasitas produksi minyak goreng tidak sebanding dengan pembelian masyarakat.
"Saya ingin mengimbau, sebagai kepala Badan Pangan Nasional, agar tidak panic buying. Jadi kalau yang biasa satu rumah order dua pouch empat liter, enggak usah beli dua karton, tiga karton," beber Arief di Pasar Induk Besar Cipinang, Jakarta, Jumat (11/3/2022).
"Kalau setiap orang, setiap rumah tangga membelinya lebih atau beberapa kali lipat, itu artinya akan menarik stok di pasar," sambungnya.
Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengungkapkan kelangkaan minyak goreng di sejumlah daerah di Indonesia terjadi lantaran pelaku usaha menahan stok.
Polri menghimbau agar pelaku usaha tidak perlu menimbun minyak goreng dan segera mendistribusikannya sesuai mekanisme pasar.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)
Baca lengkap soal minyak goreng di sini