Varian Baru Omicron Siluman, Pakar Sebut Lebih Infeksius Daripada Varian Lainnya

Covid-19 varian baru yakni Omicron Siluman disebut lebih menginfeksi daripada varian lainnya, meskipun gejala yang ditimbulkan sama dengan Omicron.


zoom-inlihat foto
1-Varian-delta.jpg
The Scotsman
Ilustrasi varian baru virus corona, yakni varian Omicron Siluman


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kementerian Kesehatan melaporkan telah menemukan setidaknya 330 kasus varia Omicron Siluman atau subvarian BA.2 di Indonesia.

Sementara itu, WHO menyatakan, Omicron siluman BA.2 tersebut menunjukkan sifat lebih infeksius dibandingkan varian lainnya.

Kendati demikian, berdasarkan laporan dari berbagai negara, gejala Omicron siluman tersebut tidak berbeda dari varian Omicron biasa.

Pada orang dewasa, gejala Omicron masih didominasi oleh sakit tenggorokan, batuk, pilek, sakit kepala dan badan pegal-pegal.

Epidemiolog asal Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan masyarakat tak bisa menganggap remeh varian Omicron Siluman.

"Kekhawatiran atau kewaspadaan tetap harus dijaga. Karena ini kan penyakit baru, walau sudah cukup juga banyak yang kita ketahui tentang Covid-19, tapi ternyata masih banyak yang belum kita ketahui," kata Dicky kepada Kompas.com, Jumat (4/3/2022).

Berdasarkan penjelasan Pemerintah, situasi pandemi Covid-19 saat ini banyak dipengaruhi oleh varian Omicron, menunjukkan situasi bahaya bagi kelompok rentan yang belum divaksinasi.

Kelompok rentan tersebut yakni dari kalangan lansia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan (komorbid).

"Apalagi lansia, komorbid yang belum divaksinasi ini, kematiannya tinggi sekali. Dan meskipun sudah ada yang suntik (vaksin), misalnya satu kali dosis, ini menunjukkan bahwa ini tidak bisa dianggap main-main, tapi juga menunjukkan bahwa 3 dosis itu efektif," sebut Dicky.

Mengutip Kompas.com, kini vaksin booster Covid-19 masih terus digencarkan oleh pemerintah.

Akan tetapi, Dicky menyoroti jumlah masyarakat Indonesia yang telah menerima vaksin booster masih sedikit.

"Itu artinya penduduk lansia kita yang komorbid ini bahaya terhadap BA.2 yang sudah menyebar di kita, ini harus diwaspadai," tuturnya.

Akibat varian Omicron, wilayah Jawa-Bali telah memasuki masa puncak lonjakan Covid-19.

Terkait hal itu, Dicky meminta seluruh pihak untuk waspada. Pasalnya, puncak lonjakan di luar Jawa-Bali biasanya baru terjadi beberapa saat usai lonjakan di dua pulau tersebut.

"Ditambah lagi biasanya kalau sudah melandai Jawa-Bali, cenderung aktivitasnya akan lebih banyak lagi," ungkap Dicky.

Meski gejala Omicron tetap menunjukkan gejala yang ringan, akan tetapi, bukan berarti virus ini tidak berbahaya.

ILUSTRASI - Covid-19 varian Omicron
ILUSTRASI - Covid-19 varian Omicron (digi24.ro)

Baca: Jokowi Ungkap 69 Persen Pasien Omicron yang Meninggal adalah Lansia dan Belum Vaksin

Virus varian Omicron tersebut sangat berbahaya dan sangat menular. Nyatanya, varian ini mampu membuat lonjakan kasus di berbagai negara terus meningkat.

Sementara itu, dilansir NPR, Omicron siluman memang membuat data seolah terjadi perlambatan kenaikan kasus.

Namun, para ahli di Amerika Serikat menduga, justruvarian inilah yang akan meningkatkan kebutuhan orang terhadap respirator dan angka kematian akan kembali meningkat.

Penurunan angka kasus usai masa puncak lonjakan, kata Dicky, biasanya akan dibarengi dengan peningkatan kasus kematian.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved