TRIBUNNEWSWIKI.COM - Israel mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Ukraina guna membantu rakyat Ukraina di tengah invasi Rusia.
Bantuan tersebut dibawa oleh sebuah pesawat maskapai El Al asal Israel yang berangkat hari Selasa, (1/3/2022).
Kementerian Pertahanan Israel mengatakan negaranya mengirimkan perlengkapan kesehatan dan obat-obatan, alat penyaring air, ribuan tenda, selimut, kantong tidur, dan mantel.
Dikutip dari Associated Press, (1/3/2022), pesawat itu akan mendarat di Polandia dan bantuan akan dikirimkan ke Ukraina melalui negara itu.
Israel telah berulang kali menyatakan akan membantu rakyat Ukraina yang kini berada di tengah kecamuk invasi Rusia.
Kendati demikian, Israel tetap berhat-hati dalam mengkritik tindakan Rusia.
Salah satunya karena negara Yahudi itu bergantung pada Rusia dalam hal koordinasi keamanan di Suriah.
Baca: Prihatin dengan Kondisi Ukraina, Warner Bros. Tunda Peluncuran The Batman di Rusia.
Baca: Update Hari Kelima Invasi Rusia ke Ukraina : Hancurkan Pesawat Terbesar di Dunia, Bakal Serbu Kiev
Taiwan dan Australia turut membantu
Taiwan dilaporkan turut mengirimkan bantuan dalam bentuk peralatan kesehatan dan obat-obatan ke Ukraina.
Bantuan itu diterbangkan ke Jerman pada hari Senin, (1/3/2022).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan Joanne Ou mengatakan negaranya senang membantu Ukraina.
Dia menyebut Taiwan adalah anggota masyarakat internasional dan anggota negara demokratis.
Taiwan dilaporkan mengecam keras invasi Rusia ke Ukraina dan akan menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia.
Baca: Imbas Invasi ke Ukraina, Timnas dan Klub Rusia Dilarang Tampil di Kompetisi FIFA-UEFA
Namun, hingga saat ini belum diungkapkan sanksi apa yang bakal dijatuhkan.
Sementara itu, Australia juga dilaporkan akan membantu Ukraina dalam menghadapi Rusia.
Negara itu disebut bakal mengirimkan bantuan $50 juta dalam bentuk rudal, amunisi, dan perlengkapan militer lainnya.
Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengungkapkan rencana Australia mengirimkan senjata mematikan ke Ukraina.
Sebelumnya, pekan lalu, dia berjanji hanya akan mengirimkan senjata yang tidak mematikan.
"Presiden Zelenzky berkata, 'Jangan beri aku tumpangan, beri aku amunisi,' dan itu tepat apa yang disetujui pemerintah Australia," Morrison.
Baca: Putin Ingin Selesaikan Invasi Rusia di Ukraina dengan Kemenangan pada 2 Maret
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang krisis Ukraina-Rusia di sini