TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut ada 240 korban sipil, termasuk 64 orang tewas, dalam pertempuran di Ukraina sejak Rusia melakukan invasi, Kamis (24/2/2022).
Rusia memberikan perintah kepada pasukannya untuk maju ke Ukraina dari segala arah pada Sabtu, (26/2/2022).
Dikutip dari Kompas.com, Moskwa mengungkapkan pihaknya telah menembakkan rudah jelajah ke sasaran militer Ukraina.
Setelah itu, pihaknya juga akan menyerang "dari segala arah".
Hal tersebut terjadi setelah Ukraina dituduh "menolak" pembicaraan.
Pada Sabtu malam waktu setempat, dilaporkan adanya sebuah ledakan yang menerangi langit di kota maritim strategis Mykolaiv di Ukraina Selatan setelah penembakan hebat bergema di sekitar pinggirannya.
Baca: Ibu Kota Ukraina Siaga Tinggi lantaran Pasukan Rusia Mendekat dari Segala Sisi
Baca: Minta Bantuan Elon Musk, Wakil PM Ukraina: Saat Anda Coba Mengoloni Mars, Rusia Menduduki Ukraina
Tak berhenti sampai situ saja, pada Minggu, (27/2/2022), dini hari waktu setempat terdengar dua ledakan besar juga tampak menerangi langit ibu kota Ukraina, Kiev.
Ledakan tersebut terjadi di sekitar Vasylkiv yang memiliki lapangan terbang militer besar serta beberapa tangki bahan bakar berjarak sekitar 30 kilometer di selatan Kiev.
Namun, pada hari ketiga invasi Rusia kemarin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersumpah bahwa negaranya tidak akan pernah menyerah kepada Rusia.
Dikutip Tribunnewswiki dari AFP, tentara Ukraina mengungkapkan mereka telah menahan serangan di ibu kota Kiev, Minggu (27/2/2022).
Mereka juga menyebut telah memerangi kelompok sabotase Rusia atau pasukan yang menyamar sebagai warga sipil yang menyusup ke kota.
Baca: Mantan Presiden Ukraina Turun ke Jalan Bersama Warga Sipil, Tenteng AK-47 dan Siap Tempur
Baca: Sosok Tentara Ukraina, Korbankan Diri dengan Meledakkan Jembatan yang akan Dilintasi Tank Rusia
Presiden Volodymyr Zelensky menjelaskan dalam sebuah pesan video bahwa pihaknya akan terus berjuang sampai bisa bebas dari Ukraina.
Ia sebelumnya mengungkapkan Ukraina telah "menggagalkan" rencana Moskwa untuk melengserkannya dan mendesak Rusia untuk menekan Presiden Vladimir Putin agar menghentikan konflik.
Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS) Pentagon meyakini bahwa setengah dari kekuatan invasi telah dibangun Rusia di perbatasan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, hingga sekarang sudah berada di dalam negeri.
“Tetapi, militer Rusia belum mendapatkan keunggulan udara atas negara itu (Ukraina),” ujar seorang pejabat AS.
Kendati begitu, Menteri Kesehatan Ukraina pada Sabtu, (26/2/2022), melaporkan setidaknya ada 198 warga sipil, termasuk tiga anak-anak yang tewas sejak Rusia melakukan invasi pada Kamis (24/2/2022).
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)
Baca lengkap soal Ukraina di sini