TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang tentara Ukraina mengorbankan nyawanya dengan meledakkan dirinya di jembatan Henichesk di wilayah Kherson negara tersebut, Sabtu (26/2/2022).
Diketahui, tentara tersebut berusaha menahan deretan tank Rusia yag melintasi jembatan Henichesk.
Dilaporkan Daily Mirror, angkatan bersenjata Ukraina mengkonfirmasi kematian Vitaliy Skakun Volodymyrovych di dekat jembatan yang menghubungkan Krimea dengan daratan Ukraina.
Melansir Tribunnews.com, seorang pejabat Angkatan Bersenjata mengatakan Volodymyrovych telah memutuskan untuk meledakkan jembatan itu setelah secara sukarela menempatkan bahan peledak di atasnya.
"Tetapi dia tidak berhasil kabur dari sana," jelas mereka.
"Menurut rekan-rekannya, Vitaliy menghubungi (mereka) dan mengatakan dia akan meledakkan jembatan dan setelah ledakan terdengar," katanya.
Disebutkan bahwa, Volodymyrovych merupakan seorang insinyur militer, yang dipuji oleh rekan-rekan [rajuritnya lantaran "memperlambat kemajuan musuh".
Baca: Mantan Presiden Ukraina Turun ke Jalan Bersama Warga Sipil, Tenteng AK-47 dan Siap Tempur
Langkahnya tersebut telah memungkinkan unit militer Ukraina untuk berkumpul dan mengerahkan kembali pertahanan mereka.
Atas tindakan heroik yang dilakukan Volodymyrovych, para komandan akan memberinya penghargaan anumerta.
Sementara itu, warga Ukraina dilaporkan ikut angkat senjata dan diminta membuat bom molotov dalam upaya melawan tentara pasukan Putin.
Diketahui, pasukan Moskow sendiri telah merebut bandara Hostomel yang strategis di dekat ibu kota, namun belum menguasai Kyiv.
Baca: Pemerintah Segera Evakuasi WNI di Ukraina, Desak PBB Ambil Langkah Nyata
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiyy tengah bersembunyi dan khawatir akan keselamatan nyawanya.
Sebuah sumber mengklaim, Zelenskiyy mengatakan kepada para pemimpin Uni Eropa dalam telepon video, bahwa itu mungkin terakhir kali mereka melihat dirinya hidup.
Setidaknya 137 warga Ukraina telah tewas di seluruh negeri sejak serangan pasukan Putin Kamis lalu.
Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Malyar menyatakan pasukan Rusia telah kehilangan sekitar 2.800 prajurit dan 80 tank selama serangan mereka ke Ukraina.
Baca: Meski Kalah di 3 Kota, Rusia Berhasil Duduki Konotop dan Kepung Kota Lainnya di Ukraina
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)
Baca selengkapnya terkait Perang Rusia vs Ukraina di sini