Ogah Nyerah Lawan Rusia, Presiden Ukraina Bersumpah Pertahankan Kyiv: Kami Tak Akan Letakkan Senjata

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bersumpah tak akan menyerah dan berjanji untuk berperang ketika pasukan invasi Rusia menyerbu ke ibu kota.


zoom-inlihat foto
Presiden-Ukraina-24.jpg
Capture Twitter@ZelenskyyUa
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merekam dirinya di luar kantor kepresidenannya di Kyiv, Ukraina, Sabtu (26/2/2022).


Moskow juga memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyesalkan "dalam istilah terkuat" invasi Rusia, sementara China, India dan Uni Emirat Arab abstain.

Baca: Bantu Perkuat Pertahanan Ukraina, NATO Kerahkan Ribuan Pasukan Siap Tempur Lawan Rusia

Presiden Ukraina jadi target Rusia nomor 1

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berjanji untuk tetap tinggal di Kyiv saat pasukan Rusia mendekati wilayah ini.

Volodymyr Zelenskyy berjanji untuk tinggal di Kyiv ketika pasukannya memerangi militer Rusia yang maju menuju ibukota dalam serangan terbesar terhadap negara Eropa sejak Perang Dunia II.

Rusia meluncurkan invasi melalui darat, udara dan laut pada Kamis (24/2/2022) setelah deklarasi perang oleh Presiden Vladimir Putin.

Diperkirakan 100.000 orang melarikan diri saat ledakan dan tembakan mengguncang kota-kota besar.

Volodymyr Zelenskyy mengatakan 137 orang tewas pada hari pertama serangan tersebut.

Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa dirinya adalah target nomor satu Moskow ketika pasukan Rusia merebut pabrik Chernobyl dan maju ke ibukota Kyiv.

Sementara keluarganya, kata dia, adalah target nomor dua Rusia.

Para pejabat Amerika Serikat dan Ukraina mengatakan Rusia bertujuan untuk menangkap Kyiv dan menggulingkan pemerintah, yang dianggap Putin sebagai boneka AS.

Pasukan Rusia merebut bekas pembangkit listrik tenaga nuklir di Chernobyl, sekitar 90 km (56 mil) utara Kyiv, ketika mereka maju di sepanjang rute terpendek ke ibukota dari Belarus ke utara.

"Musuh telah menandai saya sebagai target nomor satu," kata Zelenskyy dalam sebuah video, Jumat (25/2/2022), seperti dikutip TribunnewsWiki dari Al Jazeera.

"Keluarga saya adalah target nomor dua. Mereka ingin menghancurkan Ukraina secara politik dengan menghancurkan kepala negara."

"Saya akan tinggal di ibu kota. Keluarga saya juga berada di Ukraina," ujar Zelenskyy.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia sedang melakukan operasi militer khusus untuk menghentikan pemerintah Ukraina melakukan genosida terhadap rakyatnya sendiri.

Dia juga mengatakan Ukraina adalah negara tidak sah yang tanahnya secara historis milik Rusia.

Baca: Bantah Kabar Kabur Melarikan Diri dari Kiev, Presiden Ukraina Unggah Video: Kami Tetap di Sini

Sanksi yang dikenakan pada Rusia

Sebuah negara demokratis berpenduduk 44 juta orang, Ukraina memilih kemerdekaan pada jatuhnya Uni Soviet dan baru-baru ini meningkatkan upaya untuk bergabung dengan aliansi militer NATO dan Uni Eropa, aspirasi yang membuat marah Moskow.

AS, bersama dengan Inggris, Jepang, Kanada, Australia, dan Uni Eropa meluncurkan lebih banyak sanksi terhadap Moskow di atas hukuman awal pekan ini, termasuk langkah Jerman untuk menghentikan pipa gas senilai $11 miliar dari Rusia.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell menggambarkan tindakan blok itu sebagai "paket sanksi paling keras yang pernah kami terapkan".





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved