Terkena Covid-19, Banyak ART Indonesia & Filipina di Hong Kong Dipecat, Kini Jadi Tunawisma

Mereka dilaporkan dipecat karena terkena Covid-19 dan majikan mereka menolak mempekerjakan kembali mereka.


zoom-inlihat foto
Para-pekerja-migran-mengikuti-tes-Covid-19.jpg
PETER PARKS / AFP
Para pekerja migran mengikuti tes Covid-19 di Distrik Tengah, Hong Kong, 1 Mei 2021, setelah pemerintah Hong Kong memerintahkan semua asisten rumah tangga dites Covid-19.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Puluhan asisten rumah tangga (ART) di Hong Kong terpaksa tinggal di luar rumah bak tunawisma karena dipecat.

Mereka dilaporkan dipecat karena terkena Covid-19 dan majikan mereka menolak mempekerjakan kembali mereka.

Mayoritas dari mereka adalah ART dari Indonesia dan Filipina. Para ART ini juga dilaporkan tidak memiliki asuransi guna membayar tagihan pengobatan mereka.

Dilansir dari The Guardian, (23/2/2022), kasus Covid-19 di Hong Kong kini tengah melonjak.

Bahkan, saat ini adalah periode terburuk bagi Hong Kong karena ada ribuan orang terkonfirmasi Covid-19 per hari.

Lonjakan kasus ini membuat rumah sakit dan fasilitas isolasi yang disediakan pemerintah kewalahan menanganinya.

Hong Kong mengeluarkan kebijakan ketat yang memaksa para pasien dan orang berstatus kontak erat menjalani karantina wajib.

Baca: Hadapi Lonjakan Kasus Omicron, Hong Kong Mulai Memvaksin Balita Umur 3 Tahun

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (Pixabay/Tumisu)

Namun, ada puluhan ribu orang yang tidak mendapatkan tempat untuk melakukan isolasi mandiri.

Bagi para ART, kondisinya makin buruk. Mereka tidak diperbolehkan masuk rumah oleh majikan mereka.

Diperkirakan ada sekitar 390.000 ART di Hong Kong. Mereka bekerja enam hari dalam seminggu dan mendapat upah minimal HK$4.630 atau sekitar Rp8,5 juta.

Mereka juga mendapat makanan dan tempat tinggal. Salah satu dari mereka, Maria asal Filipina, menceritakan kronologi dia kehilangan tempat tinggal.

Ketika Maria mendapatkan hasil positif rapid test, majikannya memberinya tiga pilihan.

Pertama, membayar sendiri biaya karantina di hotel selama dua pekan.

Dua, pergi ke rumah sakit dan berkata kepada tenaga medis bahwa dia "sangat sakit".

Ketiga, membuat kontrak kerjanya tidak berlaku lagi alias dipecat.

Baca: Gara-gara Ada Hamster yang Terkena Covid-19, Hong Kong Bakal Musnahkan 2.000 Hewan

Baca: Ilmuwan Hong Kong Sebut Obat Maag, RBC, Bisa Melawan Virus Corona

"Saya pergi ke rumah sakit pada pagi hari, tetapi ada banyak pasien, saya selesai pukul 6 sore," kata dia dikutip dari The Guardian.

"Majikan saya berkata bahwa saya tidak bisa kembali ke rumahnya karena saya berbahaya dan saya takut menularkan virus."

Karena Maria tidak punya tempat tinggal, teman-teman Maria kemudian menghubungi sebuah LSM bernama HELP For Domestic Workers untuk membantunya mendapatkan tempat tinggal sementara.

ART lainnya bernasib lebih buruk karena ada yang terpaksa tidur di taman, di bawah jembatan penyeberangan, dan di luar gedung rumah sakit.

HELP mengatakan tengah membantu lebih dari 100 pekerja yang jadi jadi tunawisma.

Beberapa dari mereka dipecat dan diminta untuk tidak kembali ke rumah majikannya.

Sementara itu, Konsul Filipina pada hari Selasa lalu menuduh penduduk Hong Kong yang memecat ART-nya telah melakukan tindakan terlarang dan tidak bermoral.

Baca: Antisipasi Lonjakan Kasus Virus Corona, Hong Kong Tutup Kegiatan Belajar Mengajar

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Hong Kong di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved