Antisipasi Lonjakan Kasus Virus Corona, Hong Kong Tutup Kegiatan Belajar Mengajar

Mengantisipasi lonjakan, Pemerintah Hong Kong mengumumkan penutupan kegiatan belajar mengajar.


zoom-inlihat foto
hongkong-virus-corona.jpg
DALE DE LA REY / AFP
Orang-orang yang memakai masker mengunjungi pasar di Hong Kong pada 29 Januari 2020, sebagai langkah pencegahan setelah wabah virus yang dimulai di kota Wuhan di Cina.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hong Kong melaporkan ada 115 kasus baru virus corona.

Ini pertama kali muncul dalam tiga digit angka sejak 2 Agustus.

Mengantisipasi lonjakan, Pemerintah Hong Kong mengumumkan penutupan kegiatan belajar mengajar.

Termasuk di taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga menengah akan ditutup selama sisa tahun ini, menurut pemerintah, Minggu (29/11), dilansir Associated Press, Senin (30/11/2020).

Hal ini dilakukan sehubungan dengan kondisi yang terus memburuk di perkotaan.

Baca: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Korea Selatan Larang Pesta Pergantian Tahun

Hong Kong di malam hari.
Hong Kong di malam hari. (aperturetours.com)

Baca: Trump Kian Membabi Buta, Kali Ini Tuding FBI dan DOJ Bantu Biden Curang

Dari 115 infeksi yang dilaporkan, 24 diantaranya tidak dapat dilacak.

Sementara 62 lainnya berkaitan dengan studio tari di seluruh kota.

Angka ini menambah jumlah total infeksi di kluster tersebut menjadi 479 kasus, menurut pejabat setempat.

Sementara Hong Kong telah melaporkan jumlah keseluruhan virus corona sebesar 6.239 kasus dengan 109 kematian sejak pandemi dimulai.

China dan Pandemi Virus Corona

Sementara itu, sebelumnya ootoritas China melakukan tes Covid-19 massal di sejumlah wilayah serta menutup sekolah setelah ditemukan tiga kasus baru virus corona dalam 24 jam terakhir.

Adapun petugas melaporkan kasus infeksi berada di dua Provonsi Mongolia Dalam (sebuah wilayah otonomi khusus Republik Rakyat Tiongkok) dan satu lagi di wilayah Shanghai.

Sebuah kota di Mongolia Dalam, yakni Manzhouli akan mulai melakukan tes massal untuk warganya pada Minggu (22/11), sehari setelah kasus ditemukan.

Kota tersebut juga akan menutup sementara bangunan sekolah dan sejumlah tempat umum.

Otoritas wilayah yang masih berada dalam China tersebut juga mengumumkan kepada warganya agar tidak mengadakan aktivitas pada malam hari.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 22 November 1900: Mobil Mercedes yang Pertama Diuji Coba Perdana

Presiden Cina Xi Jinping berpidato di pertemuan virtual Majelis Kesehatan Dunia pada hari Senin. Foto: AFP
Presiden Cina Xi Jinping berpidato di pertemuan virtual Majelis Kesehatan Dunia pada hari Senin. Foto: AFP (AFP)

Baca: Bocah 8 Tahun di Nunukan Kalimantan Utara Kebiasaan Mencuri, Tercatat Puluhan Kali dalam 2 Tahun

Sementara itu di Shanghai, satu kasus Covid-19 ditemukan setelah pemerintah daerah melakukan tes massal terhadap 15.416 orang belakangan ini.

Meski Shanghai tidak menutup sekolah, tetapi otoritas setempat membatasi sejumlah fasilitas umum, seperti rumah sakit.

Lebih jauh lagi, Shanghai juga melakukan tes massal untuk warganya yang berada di Distrik Pudong New Area.

Sebagai informasi, China baru saja melakukan tes massal terhadap tiga juta penduduk di utara kota Tianjin.

Kebijakan ini dilakukan setelah muncul lima kasus baru dalam pekan ini.

Baca: Bagus Kahfi Sudah Minta Izin Barito Putera, Peluang Gabung FC Utrecht Semakin Dekati Kenyataan

Foto yang diambil pada 12 Oktober 2020 ini menunjukkan ribuan warga yang mengantre untuk dites virus corona COVID-19, sebagai bagian dari program pengujian massal menyusul wabah virus corona baru di Qingdao, di Provinsi Shandong timur China. Hanya dalam waktu dua hari, 12-13 Oktober 2020, sebanyak 4,2 juta penduduk kota ini berhasil melakukan swab test.
Foto yang diambil pada 12 Oktober 2020 ini menunjukkan ribuan warga yang mengantre untuk dites virus corona COVID-19, sebagai bagian dari program pengujian massal menyusul wabah virus corona baru di Qingdao, di Provinsi Shandong timur China. Hanya dalam waktu dua hari, 12-13 Oktober 2020, sebanyak 4,2 juta penduduk kota ini berhasil melakukan swab test. (STR / AFP / China OUT)

Baca: Serangan Roket dari Jalur Gaza Palestina Jatuh di Wilayah Israel, Diduga dari Kelompok Hamas

Melansir data Coronavirus Resource Center dari John Hopkins University & Medicine, total kasus di China mencapai 92.037 dengan 4.742 kematian. Sementara pasien sembuh mencapai 86.769 jiwa.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved