TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hong Kong melaporkan ada 115 kasus baru virus corona.
Ini pertama kali muncul dalam tiga digit angka sejak 2 Agustus.
Mengantisipasi lonjakan, Pemerintah Hong Kong mengumumkan penutupan kegiatan belajar mengajar.
Termasuk di taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga menengah akan ditutup selama sisa tahun ini, menurut pemerintah, Minggu (29/11), dilansir Associated Press, Senin (30/11/2020).
Hal ini dilakukan sehubungan dengan kondisi yang terus memburuk di perkotaan.
Baca: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Korea Selatan Larang Pesta Pergantian Tahun
Baca: Trump Kian Membabi Buta, Kali Ini Tuding FBI dan DOJ Bantu Biden Curang
Dari 115 infeksi yang dilaporkan, 24 diantaranya tidak dapat dilacak.
Sementara 62 lainnya berkaitan dengan studio tari di seluruh kota.
Angka ini menambah jumlah total infeksi di kluster tersebut menjadi 479 kasus, menurut pejabat setempat.
Sementara Hong Kong telah melaporkan jumlah keseluruhan virus corona sebesar 6.239 kasus dengan 109 kematian sejak pandemi dimulai.
China dan Pandemi Virus Corona
Sementara itu, sebelumnya ootoritas China melakukan tes Covid-19 massal di sejumlah wilayah serta menutup sekolah setelah ditemukan tiga kasus baru virus corona dalam 24 jam terakhir.
Adapun petugas melaporkan kasus infeksi berada di dua Provonsi Mongolia Dalam (sebuah wilayah otonomi khusus Republik Rakyat Tiongkok) dan satu lagi di wilayah Shanghai.
Sebuah kota di Mongolia Dalam, yakni Manzhouli akan mulai melakukan tes massal untuk warganya pada Minggu (22/11), sehari setelah kasus ditemukan.
Kota tersebut juga akan menutup sementara bangunan sekolah dan sejumlah tempat umum.
Otoritas wilayah yang masih berada dalam China tersebut juga mengumumkan kepada warganya agar tidak mengadakan aktivitas pada malam hari.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 22 November 1900: Mobil Mercedes yang Pertama Diuji Coba Perdana
Baca: Bocah 8 Tahun di Nunukan Kalimantan Utara Kebiasaan Mencuri, Tercatat Puluhan Kali dalam 2 Tahun
Sementara itu di Shanghai, satu kasus Covid-19 ditemukan setelah pemerintah daerah melakukan tes massal terhadap 15.416 orang belakangan ini.
Meski Shanghai tidak menutup sekolah, tetapi otoritas setempat membatasi sejumlah fasilitas umum, seperti rumah sakit.
Lebih jauh lagi, Shanghai juga melakukan tes massal untuk warganya yang berada di Distrik Pudong New Area.
Sebagai informasi, China baru saja melakukan tes massal terhadap tiga juta penduduk di utara kota Tianjin.
Kebijakan ini dilakukan setelah muncul lima kasus baru dalam pekan ini.
Baca: Bagus Kahfi Sudah Minta Izin Barito Putera, Peluang Gabung FC Utrecht Semakin Dekati Kenyataan
Baca: Serangan Roket dari Jalur Gaza Palestina Jatuh di Wilayah Israel, Diduga dari Kelompok Hamas
Melansir data Coronavirus Resource Center dari John Hopkins University & Medicine, total kasus di China mencapai 92.037 dengan 4.742 kematian. Sementara pasien sembuh mencapai 86.769 jiwa.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)