BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Dana JHT Senilai Rp 372,5 triliun Tidak Terganggu : Aman

Terbitnya Permenaker 2/2022 yang mengatur pencairan manfaat JHT baru bisa diklaim saat berusia 56 tahun menimbulkan pertanyaan bagi para buruh.


zoom-inlihat foto
Jaminan-Hari-Tua-JHT.jpg
Tribunnewswiki.com
Jaminan Hari Tua (JHT)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Anggoro Eko Cahyo memastikan dana program Jaminan Hari Tua (JHT) akan tetap aman di kala Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua terbit.

Anggoro menjelaskan, total dana program JHT tercatat sebesar Rp 372,5 triliun pada 2021 lalu.

Kemudian, berdasarkan hasil investasi JHT tahun lalu, sebesar Rp 24 triliun.

Iuran JHT tercatat sebesar Rp 51 triliun.

Sementara, pembayaran klaim JHT sebesar Rp 37 triliun, sebagian besar dananya ditutup dari hasil investasi untuk pembayaran klaim tersebut.

"Dengan demikian, dana JHT dapat berkembang dengan baik dan tidak terganggu dengan pembayaran klaim. Pertanyaannya tentu dana sebesar Rp 372, 5 triliun tersebut dialokasikan ke mana dan digunakan untuk apa saja dana tersebut," katanya dalam tayangan video yang diterima Kompas.com, Kamis (17/2/2022).

BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan (bpjsketenagakerjaan.go.id)

Rinciannya, dana JHT sebesar Rp 372,5 triliun tersebut ditempatkan pada beberapa instrumen investasi.

Yakni obligasi, deposito, saham, dan properti.

Adapun 65 persen dana tersebut BP Jamsostek investasikan ke instrumen obligasi dan surat berharga, dimana 92 persennya merupakan surat utang negara.

Selanjutnya, 15 persen berikutnya diinvestasikan ke instrumen deposito, yang mana lebih dari 97 persen ada di Bank Himbara dan Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Sebesar 12,5 persen dialokasikan ke instrumen saham.

Saham-saham yang dipilih merupakan saham-saham blue chips yang termasuk di dalam indeks Q45.

Lalu, ada 7 persen dialokasikan di reksadana, dan yang terakhir setengah persen dimanfaatkan untuk instrumen investasi properti dan penyertaan langsung.

"Sebagai komitmen kami untuk memastikan pengelolaan dana JHT sesuai dengan tata kelola yang baik dan berpedoman dengan ketentuan yang berlaku. Kami mengelola dengan sangat hati-hati dan menempatkan dana tersebut pada instrumen investasi dengan risiko yang terukur agar pengembangannya optimal," ujarnya.

Baca: BPJS Ketenagakerjaan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan)

Baca: Permenaker soal JHT Bisa Cair saat Usia 56 Tahun Jadi Polemik dan Tuai Kritikan

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyeb7utkan, terbitnya Permenaker 2/2022 yang mengatur pencairan manfaat JHT baru bisa diklaim saat berusia 56 tahun menimbulkan pertanyaan bagi para buruh.

Pasra buruh pun mencurigai, dana JHT sudah mulai defisit.

"Maka spekulasi timbul di internal, hampir di semua buruh, jangan-jangan uang itu tidak ada, kalau selalu ada kenapa harus ditunda pembayarannya sampai 56 tahun," kata dia dalam konferensi pers virutal, Selasa (14/2/2022).

Dana JHT selama ini terkumpul dari dana para pekerja/buruh.

Dengan demikian, tidak ada dana pemerintah di dalam dana program JHT tersebut.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR JHT DI SINI







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved