TRIBUNNEWSWIKI.COM - Semenjak Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat, Migrant Care, mengungkap adanya kerangkeng manusia di rumah pribadi Bupati Langkat non aktif Terbit Rencana Perangin-angin, Polda Sumatera Utara terus mengusut kasus ini.
Sejumlah fakta terkait kerangkeng yang diklaim Terbit Rencana sebagai tempat pembinaan pecandu narkoba itu pun mulai bermunculan.
Mulai dari penghuni yang tewas diduga karena dianiaya, hingga ditemukannya kuburan di beberapa titik di kerangkeng yang berlokasi di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, itu.
Kapolda Sumatera Utara (Sumut), Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan tim gabungan Polda Sumut sudah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi yang mengetahui dugaan tindak pidana yang terjadi selama di tempat tersebut.
Panca berujar ada 3 orang penghuni di dalam kerangkeng tersebut yang telah meninggal dunia.
Selain itu, kata Panca, ada juga 6 orang penghuni kerangkeng itu cacat lantaran mendapat tindakan penganiayaan.
"Kita terus dalami ada tidak selain tiga, selain yang kita dapat, masih ada enggak korban meninggal lainnya. Dan kemarin sudah dilaporkan kepada saya, selain itu ada korban penganiayaan, kemarin ada 6 (cacat) yang sudah dapatkan," kata Panca kepada wartawan, Rabu (9/2/2022), seperti dikutip dari Kompas.com.
Sampai saat ini Polda Sumut masih membuka peluang kepada masyarakat untuk berani melapor dan memberikan kesaksian.
Nantinya, setelah pemeriksaan akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan apakah perkara ini layak untuk ditingkatkan ke penyidikan.
"Termasuk juga memeriksa kepada siapa pun yang kita butuhkan untuk memberi keterangan terkait perkara tersebut. Termasuk bupatinya," kata Panca.
Panca mengatakan, jika kasus ini naik ke penyidikan, penetapan tersangka akan segera ditentukan.
"Percaya, kalau nanti naik penyidikan, nanti kita tentukan siapa tersangkanya. Tersangka, saya tidak menutup kemungkinan ada orang lain yang terlibat," ujar Irjen Panca.
Baca: Terbit Rencana
Baca: Profil Terbit Rencana Perangin Angin, Bupati Langkat yang Terjaring OTT KPK, Punya Kekayaan Rp85 M
Sementara itu, Polda Sumut dan Komnas HAM mendapat temuan terkait adanya sejumlah tahanan yang dinyatakan tewas diduga akibat adanya penganiayaan selama di kerangkeng.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, pada Selasa (8/2/2022), mengatakan pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti.
"Iya, adanya dugaan penganiayaan hingga lebih dari satu orang (tewas) di kerangkeng Bupati Langkat, dan kita masih terus mendalaminya," kata dia.
Hadi tidak menampik bahwa ada dugaan korban-korban lain yang mengalami cacat fisik.
Namun, Hadi enggan menjelaskan secara rinci perihal cacat seperti apa yang dialami oleh tahanan yang ada di kerangkeng Terbit.
Aparat kepolisian juga menemukan sejumlah kuburan manusia yang sempat menjadi penghuni kerangkeng di rumah Terbit.
"Ada (korban cacat). Kuburan sudah ditemukan di beberapa titik oleh tim. Masih dilakukan pendalaman," kata Hadi.
Bupati Langkat bicara soal kerangkeng di kediamannya