Bantu Mutakhirkan Rudal, AS Setujui Penjualan Persenjatan Senilai $100 Juta ke Taiwan

Dengan pemutakhiran sistem pertahan rudah, Taiwan bisa lebih siap dalam menghadapi aksi provokasi Tiongkok.


zoom-inlihat foto
presiden-taiwan-tsai-ing-wen-keith-krach.jpg
TAIWAN PRESIDENTIAL OFFICE / AFP
Foto yang diambil pada 18 September 2020 dan dirilis oleh Kantor Kepresidenan Taiwan ini memperlihatkan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen (ketiga dari kanan, barisan depan) dengan Wakil Menteri untuk Urusan Ekonomi AS Keith Krach (kedua dari kanan, barisan depan), pendiri Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) Morris Chang, dan para pejabat lainnya di kediaman presiden di Taipei.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Amerika Serikat (AS) menyetujui kemungkinan adanya penjualan persenjataan senilai $100 juta kepada Taiwan.

Penjualan itu dilaporkan untuk memelihara dan meningkatkan sistem pertahanan rudal Patriot yang digunakan oleh Taiwan.

Pada hari Minggu, (6/2/2022), Badan Kerja Sama Departemen Pertahanan AS mengatakan telah memberi tahu parlemen tentang hal ini.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri AS telah mengizinkan penjualan yang diminta oleh kedutaan de facto Taiwan di Washington.

Melansir pemberitaah Reuters, (8/2/2022), dengan bantuan persenjataan ini, sistem pertahanan rudal patriot bisa dimutakhirkan.

"Membantu meningkatkan keamanan pihak penerima dan membantu memlihara stabilitas politik, keseimbangan militer, ekonomi dan perkembangan di kawasan itu," demikian pernyataan dari Kemenhan AS dikutip dari Reuters.

"Mendukung pihak penerima untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya dan menjaga kemampuan pertahanan."

Baca: Sebut Taiwan Adalah Negara, Mantan Menteri Pertahanan Prancis Buat China Naik Pitam

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen (keenam dari kiri) berpose bersama para pilot dan insinyur di depan
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen (keenam dari kiri) berpose bersama para pilot dan insinyur di depan "Brave Eagle" Advanced Jet Trainer dalam sebuah upacara setelah penerbangan perdana pesawat tersebut di Pangkalan Udara Militer Chuan Kang pada 22 Juni 2020. (HSU TSUN-HSU / AFP)

Disebutkan bahwa kontraktor utama penjualan itu adalah Raytheon Technologies dan Lockheed Martin.

Terbitnya izin ini disambut baik oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan.

"Dalam menghadapi ekspansi militer dan aksi provokasi oleh Cina yang terus berlanjut, negara kami akan menjaga keamanan nasional dengan pertahanan yang kuat, dan terus menguatkan hubungan kemanan antara Taiwan dan AS," demikian pernyataan dari Kementerian Pertahanan Taiwan.

Kemenhan Taiwan mengatakan keinginan untuk memperoleh rudal Patriot terbaru muncul tahun 2019 silam.

Kesepakatan itu dilaporkan mulai berlaku dalam satu bulan.

Belakang ini Taiwan memang sering menghadapi aksi provokasi yang dilakukan oleh Cina.

Sejumlah jet tempur Cina dilaporkan memasuki zona pertahanan udara Taiwan.

Baca: Xi Jinping Bersumpah Wujudkan Reunifikasi China dan Taiwan secara Damai

Aksi tersebut diduga untuk menekan Taiwan agar mengakui bahwa negara itu merupakan bagian dari Cina.

Seperti sebagian besar negara di dunia, AS tidak memiliki hubungan luar negeri resmi dengan Taiwan.

Kendati demikian, AS terlihat menjadi kawan baik Taiwan dan memberikan sejumlah bantuan.

Selain itu, AS juga mendorong Taiwan untuk memodernisasi militernua sehingga susah diserang oleh Cina.

Namun, hubungan erat antara AS dan Taiwan sering membuat Cina naik pitam.

Bahkan, bulan lalu duta besar Cina untuk AS mengatakan dua negara adidaya itu bisa terlibat konflik militer jika AS mengakui kemerdekaan Taiwan.

Baca: 28 Pesawat Tempur Berkemampuan Nuklir Milik China Masuki Zona Pertahanan Udara Taiwan

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Taiwan di sini





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved