28 Pesawat Tempur Berkemampuan Nuklir Milik China Masuki Zona Pertahanan Udara Taiwan

Sebanyak 28 pesawat angkatan udara China, termasuk pesawat tempur dan pembom berkemampuan nuklir, memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.


zoom-inlihat foto
Pesawat-tempur-siluman-J-20-China.jpg
SEBASTIEN RICCI / AFP
Pesawat tempur siluman J-20 China terbang dalam formasi di atas bangunan tempat tinggal di Beijing pada 13 Juni 2021, selama latihan untuk memperingati 100 tahun berdirinya Partai Komunis, yang dijadwalkan pada 1 Juli.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sebanyak 28 pesawat Angkatan Udara China memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan pada Selasa (15/6/2021) waktu setempat.

Misi China terbaru melibatkan 14 pesawat tempur J-16 dan enam J-11, serta empat pengebom H-6, yang dapat membawa senjata nuklir, dan pesawat antikapal selam, peperangan elektronik dan peringatan dini, kata Kementerian Pertahanan Taiwan.

Itu adalah serbuan harian terbesar sejak kementerian mulai secara teratur melaporkan kegiatan Angkatan Udara China di ADIZ Taiwan tahun lalu.

Sebelumnya pada April kemarin, China juga meluncurkan 35 pesawatnya ke Taiwan.

Kementerian menambahkan bahwa pesawat tempur Taiwan dikirim untuk mencegat dan memperingatkan pesawat China, sementara sistem rudal juga dikerahkan untuk memantau mereka.

Baca: Bukan karena Serangan Militer, Hubungan China dan Taiwan Semakin Menegangkan Gara-gara Nanas

Baca: China (Tiongkok)

China baru-baru ini dilaporkan meningkatkan aktivitas militernya di sekitar pulau-pulau yang dikuasai Taiwan. Sebanyak delapan jet tempur China memasuki wilayah udara Taiwan dan membuat Taiwan mengerahkan rudal-rudalnya.
China baru-baru ini dilaporkan meningkatkan aktivitas militernya di sekitar pulau-pulau yang dikuasai Taiwan. Sebanyak delapan jet tempur China memasuki wilayah udara Taiwan dan membuat Taiwan mengerahkan rudal-rudalnya. (REUTERS VIA ALJAZEERA)

Pesawat China tidak hanya terbang di daerah yang dekat dengan Kepulauan Pratas, tetapi pesawat pengebom dan beberapa pesawat tempur terbang di sekitar bagian selatan Taiwan dekat dengan ujung bawah pulau itu, menurut peta yang disediakan kementerian.

Penerbangan-penerbangan itu secara luas dilihat sebagai bagian dari upaya Beijing untuk menekan Taiwan, sebuah negara demokrasi berpemerintahan sendiri yang berpenduduk sekitar 24 juta orang di lepas pantai China yang dianggap pemerintah China sebagai bagian dari mereka.

Belum ada komentar langsung dari Beijing.

Namun, berita tersebut muncul setelah para pemimpin Kelompok Tujuh (G7) mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Minggu yang memarahi China atas serangkaian masalah dan menggarisbawahi pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, komentar yang dikecam China sebagai “fitnah”.

Baca: Bukan karena Serangan Militer, Hubungan China dan Taiwan Semakin Menegangkan Gara-gara Nanas

Baca: China Mulai Serang Taiwan, Tegaskan Kemerdekaan Harus Dibayar dengan Perang, AS Sudah Jelas Berpihak

ILUSTRASI - Pesawat tempur siluman J-20 China terbang dalam formasi di atas bangunan tempat tinggal di Beijing pada 13 Juni 2021, selama latihan untuk memperingati 100 tahun berdirinya Partai Komunis, yang dijadwalkan pada 1 Juli.
ILUSTRASI - Pesawat tempur siluman J-20 China terbang dalam formasi di atas bangunan tempat tinggal di Beijing pada 13 Juni 2021, selama latihan untuk memperingati 100 tahun berdirinya Partai Komunis, yang dijadwalkan pada 1 Juli. (SEBASTIEN RICCI / AFP)

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pihaknya mengacak-acak pesawat, mengerahkan sistem pertahanan rudal dan mengeluarkan peringatan radio ketika pesawat China memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan di selatan pulau itu pada Senin.

China menggambarkan penerbangan seperti itu sebagai rutinitas.

Serbuan mendadak besar sering mengikuti tindakan Taiwan atau Amerika Serikat yang tidak disetujui Beijing.

Serbuan Senin terjadi sehari setelah para pemimpin NATO menyatakan keprihatinan tentang China sebagai ancaman keamanan yang berkembang.

Sehari sebelumnya, para pemimpin negara-negara G7 yang bertemu di Eropa berjanji untuk bekerja sama melawan kebijakan ekonomi "non-pasar" China dan mengkritik China atas hak asasi manusia.

(Tribunnewswiki.com/Saradita)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved