TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dalam penelitian tentang Covid-19 di Inggris, sejumlah relawan berusia muda dan sehat sengaja ditulari Covid-19.
Penelitian ini sudah berjalan sejak setahun lalu dan hasilnya, menurut tim peneliti, kondisi relawan tetap aman.
Hasil penelitian ini dikatakan akan menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya tentang vaksin Covid-19 dengan metode pengujian seperti ini.
Penelitian ini dilakukan oleh Open Orphan bersama Imperial College London, satgas vaksin Inggris, dan perusahaan klinis Orphan bernama hVIVO.
Melansir pemberitaan Reuters, (3/2/2022), ada sebanyak 36 relawan berjenis kelamin perempuan dan laki-laki yang terlibat. Mereka berusia antara 18 dan 29 tahun dan dalam kondisi sehat.
Relawan kemudian ditulari strain asli virus SARS-Cov2 dan dipantau dalam tempat karantina.
Selanjutnya, mereka akan tetap dipantau hingga 12 bulan setelah selesai dikarantina.
Baca: Menkes Prediksi Puncak Covid Omicron Terjadi Akhir Februari, 3 Kali Lipat dari Delta
Baca: Subvarian Omicron BA.2 Diduga Lebih Menular daripada BA.1 yang Kini Menyebar Luas
Tidak ada efek samping parah yang dilaporkan dan uji coba itu terbukti aman bagi kalangan muda yang sehat.
"Masyarakat yang masuk dalam kelompok umur ini dipecaya sebagai kalangan yang paling menularkan Covid-19, dan studi ini, yang menunjukkan adanya infeksi ringan, memungkinkan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang menyebabkan penularan infeksi dan pandemi," kata Chris Chiu, pemimpin penelitian yang juga menjadi guru besar di Imperial College, dikutip dari Reuters.
Kini peneliti mengatakan berencana menggunakan cara serupa, tetapi memakai varian Delta.
Para peneliti akan membagikan kerangka peneletian mereka agar riset serupa bisa dilakukan oleh ilmuwan lain di seluruh dunia.
Penelitian ini dianggap bisa menjadi terobosan penting dalam pengujian vaksin, obat antiviral, dan diagnosis Covid-19 dengan lebih cepat.
Baca: Mengenal Gejala Omicron pada Orang Dewasa, Sulit Dibedakan dengan Batuk Pilek Biasa
Imperial College mengatakan sudah bisa memulai uji coba seperti ini pada akhir tahun 2022.
Sementara itu, pada bulan April 2021 Universitas Oxford juga telah memulai uji coba seperti ini agar lebih memahami tentang kekebalan.
Ilmuwan selama puluhan tahun telah menggunakan cara seperti ini untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang berbagai penyakit seperti malaria, flu, tifoid, dan kolera.
Hasil penelitian digunakan untuk mengembangkan obat-obatan dan vaksin melawan berbagai penyakit tersebut.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Covid-19 di sini