Pihak Kepolisian Dalami Keterlibatan 2 Perusahaan Pinjol Ilegal yang Digerebek di PIK 2

Polisi terus menindaklanjuti keterkaitan 2 perusahaan pinjol ilegal yang digerebek di PIK 2.


zoom-inlihat foto
Pinjol-ilegal-di-Pantai-Indah-Kapuk-PIK.jpg
Dokumentasi Bidang Humas Polda Metro Jaya
Sejumlah pegawai pinjaman online (Pinjol) ilegal di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara, tertunduk saat digerebek polisi, Rabu (26/1/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Polisi masih mendalami keterlibatan dua perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal yang digerebek di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.

Dilansir oleh Kompas.com, Polres Metro Jakarta Utara menggrebek perusahaan pinjol ilegal di kawasan PIK 2 dan mengamankan sekitar 27 orang, Kamis (27/1/2022).

Di hari sebelumnya tepatnya Rabu (26/12/2022), Polres Metro Jaya juga melakukan penggrebekan di tempat yang sama dan mengamankan 99 orang.

"Nanti kita dalami (keterkaitannya), kan masih baru," ucap Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Wibowo.

Lokasi kantor pinjol tersebut berdekatan dengan Ruko Palladium Blok H Nomor 15 yang digrebek Polres Metro Jakarta Utara.

Sedangkan penggrebekan yang dilakukan Ditreskrimum Polda Metro Jaya itu terjadi di Ruko Palladium Blok G7.

Polda Metro Jaya menggerebek kantor penyedia jasa pinjaman online (pinjol) ilegal di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/1/2022).
Polda Metro Jaya menggerebek kantor penyedia jasa pinjaman online (pinjol) ilegal di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/1/2022). (Dok. Bidang Humas Polda Metro Jaya)

Baca: Manajer Kantor Pinjol Ilegal di Kawasan PIK 2 Resmi Jadi Tersangka

Wibowo menjelaskan perusahaan pinjol ilegal yang digrebek itu baru beroprasi pada Januari 2021 lalu.

"Ini satu langkah yang baik. Mereka baru beroperasi, baru bergerak tapi sudah bisa kita antisipasi sehingga harapan kita tidak ada lagi korban-korban dari pinjaman online ilegal ini," terangnya.

Saat digeledah, setidaknya ada 27 orang yang diamankan, salah satu di antaranya ialah warga negara asing (WNA) dari China.

"Dari 27, ada satu WNA yang diamankan. Ini berperan sebagai manajer. Sisanya adalah karyawan dan ini masih kita dalami, masih kita periksa," papar Wibowo.

Lebih jauh, Wibowo mengungkapkan ke-27 orang itu memiliki peran masing-masing.

Di antaranya sebagai reminder (pengingat), penagihan, dan bagian penagih utang yang melakukan ancaman (debt collection).

Baca: Kantor Pinjol Ilegal di PIK Jakarta Utara Digerebek Polisi, 1 Manajer dan 98 Karyawan Ditangkap

Serta ada empat aplikasi yang digunakan mereka, yaitu Doku, Kotak Online, Dana Kilat, dan Kredito yang beroperasi sejak Januari 2021.

Cara kerja dari perusahaan pinjol ilegal tersebut ialah memberikan pinjaman mulai dari Rp 1,2 juta hingga Rp 2,5 juta dengan kelipatan Rp 200 juta.

"Kemudian dari total pinjaman yang diajukan oleh nasabah ini tidak seluruhnya diberikan, tapi sudah dipotong lagi sebanyak 32 sampai 35 persen," ucapnya.

Jika sudah jatuh tempo, maka total pinjaman yang diberikan kepada nasabah akan dikenakan bunga sebesar 6 persen dari total pinjaman nasabah.

Namun, jika nasabah tidak membayarnya maka dilakukan upaya penagihan secara paksa berupa pemerasan, pengancaman hingga menyebarkan ancaman kepada nomor-nomor telepon yang diberikan nasabah.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal pinjol di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved