TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam serangan koalisi Arab Saudi di Yaman.
Serangan yang terjadi pada hari Jumat, (21/1/2022), itu dilaporkan menewaskan setidaknya 60 orang di sebuah pusat penahanan yang berada di Provinsi Saada.
Mengutip pemberitaan Reuters, (22/1/2022), terdapat anak-anak yang turut menjadi korban dalam serangan berikutnya yang menargetkan tempat lainnya di Yaman.
Organisasi Save the Children menyebut ada tiga anak yang dilaporkan tewas akibat serangan di Hodeidah.
"Serangan terhadap fasilitas telekomunikasi di Hoeidah juga sangat mengganggu layanan internet penting di seluruh negara itu," kata juru bicara Guterres, Sthephane Dujarric, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.
"Sekjen mendesak adanya penyelidikan yang cepat, efektif, dan transparan mengenai peristiwa itu untuk memastikan adanya pertanggungjawaban."
Pihak koalisi Saudi menyebut serangan itu menargetkan kelompok militer Houthi yang sebelumnya menyerang Uni Emirat Arab dan kota-kota di Arab Saudri.
Baca: PBB Selidiki Dugaan Kejahatan Perang yang Dilakukan Israel terhadap Warga Palestina
Baca: Dubes Myanmar untuk PBB Dipecat, Dianggap Berkhianat karena Bersumpah Bakal Perangi Junta Militer
Dalam konferensi pers hari Jumat, Guterres mengatakan, "Ketegangan yang meningkat ini harus dihentikan."
Selain itu, Guterres mengingatkan kedua belah pihak untuk memastikan keselamatan warga sipil dari bahaya akibat operasi militer.
Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB sempat mencela serangan Houthi terhadap Uni Emirat Arab dan sejumlah tempat di Arab Saudi.
Duta Besar Uni Emirat Arab Lana Nusseibeh turut memberikan komentar mengenai serangan terhadap Yaman,
Dia berkata koalisi berjanji mematuhi hukum internasional dan dalam semua operasi militer yang dilakukannya.
Baca: Antonio Guterres
Baca: Arab Saudi
Sementara itu, Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri Anthony Blinken telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan al Saud untuk membicarakan pertahanan negara-negara Teluk.
Blinken mengatakan AS menegaskan komitmennya untuk membantu negara-negara Teluk menguatkan pertahanannya.
Dia juga menegaskan pentingnya mengurangi ancaman bahaya terhadap warga sipil.
Kemudian Blinken mengatakan konflik antara koalisi Saudi dan Houthi menjadi perhatian besar AS.
Blinken meminta kedua belah pihak untuk mengurangi ketegangan yang terjadi.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Yaman di sini