Koalisi Arab Saudi Bantah Serangan di Yaman Targetkan Pusat Penahanan

Pihak Houthi menuduh koalisi Arab Saudi sengaja menargetkan warga sipil dalam serangan pada hari Jumat, (21/1/2022).


zoom-inlihat foto
pusat-penahanan-di-Saada-Yemen.jpg
ANSARULLAH MEDIA CENTER / AFP
Foto yang dirilis oleh Ansarullah Media memperlihatkan pusat penahanan di Saada, Yemen, rusak parah akibat terkena serangan udara koalisi Arab Saudi, Jumat, (21/2/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Koalisi Arab Saudi membantah bahwa serangan yang mereka lakukan di Yaman menargetkan pusat penahanan di Provinsi Yaman.

"Koalisi akan menginformasikan kepada Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Yaman dan Komite Internasional Palang Merah mengenai fakta-fakta dan detailnya," kata kantor berita Arab Saudi SPA, mengutip pernyataan juru bicara koalisi.

Pihak koalisi Saudi menyebut serangan itu menargetkan kelompok militer Houthi yang sebelumnya menyerang Uni Emirat Arab dan kota-kota di Arab Saudri.

Juru bicara itu juga mengatakan target di Saada juga tidak masuk dalam daftar tempat yang dilarang menjadi target operasi militer.

Dilansir dari Reuters, (22/1/2022), pihak Houthi yang menjadi lawan koalisi Saudi mengatakan serangan pada hari Jumat itu telah menewaskan puluhan orang.

Houthi merilis video yang memperlihat tenaga penyelamat sedang mengevakuasi korban yang tertimpa reruntuhan bangunan.

Baca: Tewaskan Setidaknya 60 Orang, Serangan Koalisi Arab Saudi di Yaman Dikecam PBB

Baca: PBB Selidiki Dugaan Kejahatan Perang yang Dilakukan Israel terhadap Warga Palestina

pusat penahanan di Saada, Yemen 2
Foto yang dirilis oleh Ansarullah Media memperlihatkan pusat penahanan di Saada, Yemen, rusak parah akibat terkena serangan udara koalisi Arab Saudi, Jumat, (21/2/2022).

Menteri Kesehatan Pemerintahan Houthi Taha al-Motawakel mengatakan ada 70 tahanan yang tewas.

Semntara itu, juru bicara organisasi kemanusiaan MSF mengatakan ada 138 korban luka.

Dikutip dari Al Jazeera, (22/1/2022), al-Motawakel menuding koalisi Saudi sengaja menargetkan warga sipil.

"Kami menganggap ini sebagai kejahatan perang terhadap kemanusiaan," kata al-Motawakel.

Dikecam PBB

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam serangan koalisi tersebut.

Mengutip pemberitaan Reuters, (22/1/2022), terdapat anak-anak yang turut menjadi korban dalam serangan berikutnya yang menargetkan tempat lainnya di Yaman.

Baca: Yaman

Baca: Kecam Keras Hubungan UEA-Israel, Kemenlu Iran: Uni Emirat Arab Tusuk Umat Muslim dari Belakang

Organisasi Save the Children menyebut ada tiga anak yang dilaporkan tewas akibat serangan di Hodeidah.

"Serangan terhadap fasilitas telekomunikasi di Hoeidah juga sangat mengganggu layanan internet penting di seluruh negara itu," kata juru bicara Guterres, Sthephane Dujarric, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.

"Sekjen mendesak adanya penyelidikan yang cepat, efektif, dan transparan mengenai peristiwa itu untuk memastikan adanya pertanggungjawaban."

Dalam konferensi pers hari Jumat, Guterres mengatakan, "Ketegangan yang meningkat ini harus dihentikan."

Selain itu, Guterres mengingatkan kedua belah pihak untuk memastikan keselamatan warga sipil dari bahaya akibat operasi militer.

Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB sempat mencela serangan Houthi terhadap Uni Emirat Arab dan sejumlah tempat di Arab Saudi.

Duta Besar Uni Emirat Arab Lana Nusseibeh turut memberikan komentar mengenai serangan terhadap Yaman,

Dia berkata koalisi berjanji mematuhi hukum internasional dan dalam semua operasi militer yang dilakukannya.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Yaman di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved