Angka Rawat Inap Melonjak, Australia Hadapi Situasi Terburuk selama Pandemi

Pada hari ini, Selasa (18/1/2022), angka rawat inap menjadi yang tertinggi selama pandemi.


zoom-inlihat foto
10-omicron.jpg
digi24.ro
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Australia tengah menghadapi hari-hari terburuk selama pandemi karena jumlah kasus Covid-19 melonjak tinggi.

Pada hari ini, Selasa (18/1/2022), angka rawat inap juga menjadi yang tertinggi selama pandemi.

Australia terlihat kewalahan menangani varian Omicron yang menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19.

Terbaru, negara tetangga Indonesia itu melaporkan 77 kasus kematian.

"Hari ini adalah adalah hari tersulit bagi negara kita," kata Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales (NSW) Dominic Perrottet dikutip dari Reuters, (18/1/2022).

NSW melaporkan sebanyak 36 kematian dan ini menjadi yang  tertinggi selama pandemi.

Hanya ada empat orang di antara mereka yang meninggal yang telah menerima vaksin tambahan.

Baca: Dilarang Masuk Australia 3 Tahun, Djokovic Mungkin Tetap Bisa Ikuti Australia Open Tahun Depan

Baca: Dilanda Varian Omicron, Australia Laporkan Setengah Juta Kasus Covid-19 dalam Sepekan

Ilustrasi varian Omicron (B.1.1.529).
Ilustrasi varian Omicron (B.1.1.529). (SHUTTERSTOCK/natatravel)

Ini membuat pejabat kesehatan NSW mendorong warganya agar segera mendapat suntikan ketiga.

"Dalam melawan Omicron, kita tahu bahwa perlindungan [yang didapatkan melalui vaksin] lebih rendah dan kita perlu vaksin tambahan untuk mendapatkan tingkat perlindungan yang lebih tinggi," kata Kepala Staf Kesehatan NSW Kerry Chant.

Untuk membantu rumah sakit negara yang kewalahan, rumah sakit swasta direncanakan bakal menyediakan hingga 57.000 perawat dan lebih dari 100.000 tenaga kesehatan di semua wilayah yang terdampak Omicron.

Pejabat kesehatan mengatakan mayoritas pasien yang dirawat di ICU terinfeksi Omicron.

Selain itu, ada kenaikan kasus rawat inap pada kalangan muda yang belum divaksin.

Di negara bagian lain, Queensland, melaporkan ada 16 kematian pada hari Selasa.

Baca: Vaksin Dosis Keempat Dilaporkan Belum Bisa Cegah Infeksi Omicron

Baca: Kasus Covid-19 Meningkat di Ibu Kota, Jakarta Diprediksi Jadi Medan Perang Utama Hadapi Omicron

Dari jumlah itu, belum ada satu pun yang menerima dosis penguat.

Ada sebanyak 45 orang yang meninggal di Queensland sejak 13 Desember 2021, hanya satu yang sudah mendapatkan vaksin tambahan.

"Mohon datanglah dan dapatkan vaksin penguat untuk kalian, kita tahu bahwa itu ada berguna," kata Menteri Kesehatan Yvette D'Ath.

Australia melaporkan 73.000 kasus baru pada hari Selasa. Pada hari Kamis pekan lalu, jumlah kasus bahkan mencapai 150.000.

Sejak awal pandemi hingga hari ini, Australia telah melaporkan 1,6 juta kasus Covid-19.

Namun, kasus melonjak drastis pada dua minggu terakhir.

Sementara itu, jumlah kematian dilaporkan mencapai 2.776.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Australia di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved