TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan Korea Utara (Korut) kembali menembakkan rudal pagi ini, Selasa (11/1/2022).
Ini adalah peluncuran yang kedua kalinya dalam sepekan. Sebelumnya, Korut mengaku telah menembakkan rudal berjenis hipersonik.
Tak hanya Jepang, Korea Selatan (Korsel) pun mengaku mendeteksi peluncuran rudal Korut.
Menurut Korsel, rudal itu ditembakkan dari area pedalaman dan mengarah ke perairan antara Korsel dan Jepang.
Melansir pemberitaan dari Japan Today, rudal itu diduga jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang yang membentang hingga 200 mil dari pantai Jepang.
Sementara itu, dikutip dari Reuters, rudal itu terdeteksi diluncurkan sekitar pukul 07.27 waktu setempat.
Kepada wartawan, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan uji coba rudal yang dilakukan Korut sebagai "hal yang sangat disayangkan".
Fumio juga mengatakan Jepang kini tengah menganalisis peluncuran itu.
Baca: Korsel Bantah Rudal yang Ditembakkan Korut Berjenis Hipersonik
Peluncuran yang terbaru ini terjadi setelah enam negara, di antaranya Amerika Serikat (AS) dan Jepang, mendesak Korea Utara untuk menghentikan "aksi destabilisasi".
Korsel: bukan rudal hipersonik
Pada peluncuran yang pertama, Rabu (5/1/2022), Korut mengklaim bahwa rudal yang diuji coba berjenis hipersonik.
Media pemerintah Korut, KCNA, mengatakan rudal itu berjenis hipersonik dan berhasil mencapai sasaran dengan tepat.
Baca: Rudal yang Ditembakkan Korut Berjenis Hipersonik, Dilaporkan Sukses Mencapai Target
Peluncuran ini adalah yang pertama kalinya bagi Korut sejak Oktober tahun lalu.
Berbeda dengan rudal biasa, rudal hipersonik bergerak menuju sasaran pada ketinggian yang rendah dan kecepatannya bisa mencapai lima kali kecepatan suara atau sekitar 6.200 km/jam.
Sebelumnya, Kim Jong-un telah berjanji untuk memperkuat militer Korut dan mengembangkan persenjataan yang lebih canggih.
"Kesuksessan yang berturut-turut dalam uji coba penembakan rudal hipersonik punya kepentingan strategis karena uji coba tersebut adalah sebuah keharusan dalam memodernisasi kekuatan bersenjata strategis milik negara ini," demikian laporan KCNA dikutip dari The Guardian.
Namun, Korsel membantah bahwa rudal itu berjenis hipersonik, dan menyebutnya sebagai hal yang dibesar-besarkan, Jumat, (7/1/2022).
Baca: Korsel & Jepang Tuduh Korut Tembakkan Rudal ke Lautan, Belum Ada Laporan Kerusakan
Dikutip dari Associated Press, (9/1/2022), Korsel menyatakan rudal itu hanyalah rudal balistik biasa yang bisa dicegat atau ditembak jatuh.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Korsel menyebut Korut belum memiliki teknologi yang digunakan untuk meluncurkan senjata supersonik.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Korea Utara di sini