TRIBUNNEWSWIKI.COM - Korea Selatan (Korsel) meragukan klaim bahwa rudal yang ditembakkan oleh Korea Utara (Korut) berjenis hipersonik.
Korut dilaporkan telah melakukan uji coba rudal dengan mengarahkannya ke perairan timur pada hari Rabu, (5/1/2022).
Sehari setelahnya, media pemerintah Korut, KCNA, mengonfirmasi uji coba ini.
KCNA mengatakan rudal itu berjenis hipersonik dan berhasil mencapai sasaran dengan tepat.
Namun, Korsel membantah bahwa rudal itu berjenis hipersonik, dan menyebutnya sebagai hal yang dibesar-besarkan, Jumat, (7/1/2022).
Dikutip dari Associated Press, (9/1/2022), Korsel menyatakan rudal itu hanyalah rudal balistik biasa yang bisa dicegat atau ditembak jatuh.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Korsel menyebut negara pimpinan Kim Jong-un itu belum memiliki teknologi yang digunakan untuk meluncurkan senjata supersonik.
Baca: Rudal yang Ditembakkan Korut Berjenis Hipersonik, Dilaporkan Sukses Mencapai Target
Baca: Korsel & Jepang Tuduh Korut Tembakkan Rudal ke Lautan, Belum Ada Laporan Kerusakan
Rudal itu, kata Korsel, masih rudal balistik yang dipamerkan pada bulan Oktober tahun lalu di Pyongyang.
Lebih lanjut, Korsel mengatakan rudal itu bisa ditembak jatuh oleh militer Korsel dan Amerika Serikat (AS).
Korsel tak percaya dengan klaim bahwa, dalam uji coba, rudal itu meluncur 700 km dan bermanuver ke samping.
Kemenhan Korsel mengatakan klaim tersebut bertujuan untuk meyakinkan masyarakat Korut akan program pengembangan rudal mereka.
Sementara itu, Dewan Keamananan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dijadwalkan menggelar pembicaraan mengenai uji coba rudal itu pada hari Senin mendatang.
Rapat itu diminta diadakan oleh AS, Inggris, Prancis, Irlandia, dan Albania.
Baca: Peringati Kematian Sang Ayah, Kim Jong Un Larang Warga Korea Utara Tertawa
Pada bulan September 2021, Korut juga mengklaim telah melakukan uji coba rudal hipersonik.
Berbeda dengan rudal lainnya, rudal hipersonik bergerak menuju sasaran pada ketinggian yang rendah dan kecepatannya bisa mencapai lima kali kecepatan suara atau sekitar 6.200 km/jam.
Sebelumnya, Kim Jong-un telah berjanji untuk memperkuat militer Korut dan mengembangkan persenjataan yang lebih canggih.
"Kesuksesan yang berturut-turut dalam uji coba penembakan rudal hipersonik punya kepentingan strategis karena uji coba tersebut adalah sebuah keharusan dalam memodernisasi kekuatan bersenjata strategis milik negara ini," demikian laporan KCNA dikutip dari The Guardian.
KCNA mengatakan dalam uji coba yang digelar hari Rabu, (5/1/2022), itu, hulu ledak hipersonik terlepas dari pendorong roket dan bermanuver 120 km ke samping sebelum mencapai target berjarak 700 km.
Dikatakan bahwa uji coba itu juga memastikan berbagai komponen seperti pengendali terbang berfungsi dengan baik dan rudal itu bisa dioperasikan pada musim dingin.
Beberapa negara, di antaranya Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Jepang berhasil mendeteksi peluncuran tersebut.
Baca: Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Tanpa Dihadiri Kim Jong Un
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Korea Utara di sini