Peringati Kematian Sang Ayah, Kim Jong Un Larang Warga Korea Utara Tertawa

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melarang warganya tertawa selama memperingati perayaan kematian sang ayah, Kim Jong Il.


zoom-inlihat foto
pembelot-korea-utara-05.jpg
STR / KCNA VIA KNS / AFP
Gambar ini diambil pada 8 Februari 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 9 Februari menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri hari pertama rapat paripurna ke-2 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja dari Korea (WPK) di Korea Utara.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Baru-baru ini pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mengeluarkan aturan terbaru yaitu melarang warganya tertawa karena memperingati kematian sang ayah, Kim Jong Il.

Dilansir oleh Tribunnews, berdasarkan pengakuan rakyat melalui Radio Free Asia, seluruh kegiatan yang berkaitan dengan bersenang-sennag dilarang oleh Kim Jong Un selama masa berkabung.

Kegiatan yang dilarang meliputi berbelanja, pesta miras, bahkan tertawa juga tidak diperbolehkan.

Periode berkabung tersebut akan berlangsung selama 11 hari, mulai dari Jumat (17/12/2021).

Peringatan tersebut merupakan perayaan 10 tahun kematian mantan pemimpin Korea Utara sekaligus ayah dari Kim Jong Un, yaitu Kim Jong Il.

(ILUSTRASI) Gambar file tak bertanggal ini dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 23 Juni 2019 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membaca surat pribadi dari Presiden AS Donald Trump di lokasi yang tidak diketahui. Kim Jong Un mengatakan hubungannya dengan Donald Trump seperti
(ILUSTRASI) Gambar file tak bertanggal ini dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 23 Juni 2019 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membaca surat pribadi dari Presiden AS Donald Trump di lokasi yang tidak diketahui. Kim Jong Un mengatakan hubungannya dengan Donald Trump seperti "film fantasi", menurut penerbit buku baru tentang presiden AS yang akan mengungkap 25 surat pribadi yang dipertukarkan antara kedua pemimpin. (KCNA VIA KNS / AFP)

Baca: Kim Jong Un

Baca: Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Tanpa Dihadiri Kim Jong Un

Kim Jong Il pernah memimpin Korea Utara mulai 1994-2011.

Bagi warga yang kedapatan melanggar aturan selama masa berkabung, akan ditangkap dan dijatuhi hukuman.

Perayaan peringatan kematian Kim Jong Il ini bukanlah kali pertama.

Sebab, di tahun-tahun sebelumnya juga diadakan masa berkabung dengan sejumlah aturan yang sama.

"Dulu, banyak orang yang tertangkap karena minum minuman keras atau sedang mabuk selama periode berkabung dan diperlakukan sebagai seorang kriminal," jelas seorang warga yang disamarkan namanya, dilansir oleh Tribunnews.

"Mereka ditangkap dan tidak pernah terlihat lagi," imbuhnya.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ketika bertepuk tangan saat memberikan pidato dalam parade militer merayakan 75 tahun Partai Buruh di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, 10 Oktober 2020.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ketika bertepuk tangan saat memberikan pidato dalam parade militer merayakan 75 tahun Partai Buruh di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, 10 Oktober 2020. (AFP/KCNA VIA KNS/STR)

Baca: Kelaparan, Warga Korea Utara Culik Anak Orang Kaya, Minta Tebusan Demi Bisa Makan

Baca: Korea Utara

Periode berkabung sudah dilakukan selama 10 tahun lamanya.

Biasanya saat pelaksaan periode berkabung akan diamati setiap tahun.

"Bahkan jika keluarga kami ada yang meninggal pada peringatan periode berkabung, kamu tidak boleh menangis terlalu keras dan jenazah dapat dikubur setelah periode berkabung berakhir."

"Orang-orang tidak boleh merayakan ulangtahun mereka, jika bertepatan dengan periode berkabung," paparnya.

Peraturan tegas itu telah dimulai sejak awal Desember saat para polisi Korea Utara mempersiapkan perayaan periode berkabung.

Seperti diketahui, Kim Jong Il tutup usia pada 17 Desember 2011 lantaran serangan jantung.

Ia meninggal dunia di usianya yang ke-69 tahun.

Sejak itulah, setiap tahun Kim Jong Un memberikan perayaan atas penghormatan bagi kematian sang ayah.

"Pemimpin hebat dan sahabat Kim Jong Un selalu bersama kami, dan dia adalah 'suryong' abadi dan bagaikan matahari bagi revolusi," kata seorang warga Korea Utara.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal Kim Jong Un di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved