Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Haji Mohammad Rasjidi adalah Menteri Agama Republik Indonesia pertama periode 1945 - 1946.
Ia juga dikenal sebagai diplomat dan mujahid di dunia Islam.
Pendidikan #
HM. Rasjidi lahir di Yogyakarta pada 20 Mei 1915.
Ia lahir dari keluarga abangan.
Keluarganya sering meletakkan kemenyan di pojok rumah setiap malam jumat dan selasa kliwon.
Rasjidi mengawali pendidikan di Kweekschool Muhammadiyah,
Di usia 14 tahum, ia masuk ke Sekolah Al Irsyad di Jawa Timur.
Ia belajar langsung kepada Syekh Ahmad Surkati.
Setelah belajar kepada Ahmad Surkati, ia bertolak ke Mesir.
Ia belajar di jurusan Filsafat dan Agama Universitas Kairo.
Pada tahun 1954, setelah menjabat sebagai Dubes RI untuk Timur Tengah, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Sorbonne, Prancis.
Di Sorbonne, ia berhasil meraih gelar doktoral pada 23 Maret 1956 dan lulus dengan predikat Cumlaude.
Baca: Ulil Abshar Abdalla
Tak puas di Prancis, ia kembali belajar di McGill University, Montreal, Kanada.
Ia belajar Hukum Islam dan Sejarah di bawah bimbingan Profesor Wilferd Cantwell Smith.
Karir #
Pada tahun 1938, ia pulang ke Indonesia.
Di tanah air, ia terlibat dalam pergolakan kemerdekaan.
Pada masa penjajahan Jepang, ia pergi ke Jakarta untuk bekerja di Perpustakaan Islam.
Pasca proklamasi kemerdekaan, ia menterjemahkan teks proklamasi ke dalam Bahasa Arab dan membacakan dalam siaran radio internasional.
Ia diangkat sebagai pemimpin Kementerian Negara Urusan Agama ketika Kabinet Sjahrir dibentuk pada 14 November 1945.
Tak lama kemudian, ia diangkat menjadi Menteri Agama pertama.
Jabatan tersebut hanya ia emban selama tujuh bulan.
Pada akhir Oktober, Sjahrir mengembalikan mandat sebagai perdana menteri kepada presiden.
Saat itu, Rasjidi juga berhenti sebagai Menteri.
Satu tahun kemudian, ia bersama dengan Haji Agus Salim, Nazir Dt. Pamuntjak, Abdul Kadir, dan AR Baswedan berangkat ke Mesir.
Mereka adalah tim diplomasi RI untuk Timur Tengah.
Rasjidi dan rombongan bertugas untuk meminta dukungan dan pengakuan bagi kemerdekaan Indonesia.
Saat itu, Arab Saudi, Mesir, Palestina, Irak, dan Yordania mendukung penuh kemerdekaan Indonesia.
Baca: Muhammad Dawam Rahardjo
Untuk Arab Saudi, Rasjidi datang seorang diri menemui Pangeran Faisal yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Arab Saudi.
Setelah itu, ia menjadi Duta Besar RI untuk Mesir, Iran, dan Afghanistan. (1)
Karya #
Koreksi Terhadap Drs. Nurcholis Madjid tentang Sekularisasi
Filsafat Agama
Islam dan Indonesia di Zaman Modern (Pidato Pengukuhan Guru Besar FH UI)
Islam dan Kebatinan
Keutamaan Hukum Islam
Mengapa Aku Tetap Memeluk Agam Islam?
Islam Menentang Komunisme
Islam dan Sosialisme
Sikap Umat Islam Terhadap Ekspansi Kristen
Agama dan Etika
Di Sekitar Kebatinan
Kasus RUU Perkawinan Dalam Hubungan Islam dan Kristen (buku yang dilarang pemerintah kala itu)
Empat Kuliah Agama Islam Pada Perguruan Tinggi (diterbitkan kembali oleh Kalam Ilmu Indonesia dan Depok Islamic Study Circle Masjid UI, 2011)
Sidang Raya Gereja Sedunia di jakrta 1975: Artinya Bagi Dunia Islam
Koreksi Terhadap Dr. harun Nasution tentang “Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya”.
Strategi Kebudayaan dan Pembaruan Pendidikan Nasional
Apakah itu Syi’ah?
Baca: Mukti Ali
Terjemahan buku Bibel, Qur’an dan Sains Modern karya Maurice Bucaille
Terjemahan buku Janji-janji Islam karya Roger Garaudy
Terjemahan buku Humanisme dalam Islam karya Dr. Marcel Boisard
Terjemahan buku Persoalan-persoalan Filsafat oleh Titus dkk. (2)
(Tribunnewswiki.com/Yusuf)
| Info Pribadi | Menteri Agama RI |
|---|
| Pendidikan | Mc |
|---|
| Tempat Tanggal Lahir | Yogyakarta, 20 Mei 1915 |
|---|
| Berita Terkini |
|---|